Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Abdurrahman Wahid Atau Gus Dur (nu.or.id)
Dream - Perjalanan hidup mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memang selalu penuh pelajaran. Salah satunya adalah kala Gus Dur menangis haru saat sebuah kita etika karangan filsuf Yunani Kuno, Aristoteles.
Kejadian ini bermula saat Gus Dur melakukan kunjungan ke Maroko pada 1979. Kala itu, Gus Dur melihat kitab yang berisi tentang materi etika atau akhlak tersebut tergeletak di sebuah bejana kaca ruang hampa udara.
Penyimpanan ini memang disengaja agar kitab itu bisa tahan lama. Maklum kita itu tergolong tua, karena sudah ada sejak zaman permulaan Islam.
" Kenapa Anda menangis," tanya imam masjid di Maroko itu.
Mendapat pertanyaan itu, Gus Dur pun menjawab. " Kalau bukan karena kitab ini, saya tidak akan menjadi muslim."
Sontak pertanyaan ini membuat kaget. Mengapa Gus Dur sampai menangis dan mengucapkan kalimat itu. Baca selengkapnya di tautan ini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Baca Juga: Tiga Rezeki yang Didapat Ketika Berhubungan Suami Istri Jika Diharamkan, Untuk Apa Babi Diciptakan? Empat Cara Agar Rezeki Mendadak Datang 5 Kerugian Jika Kamu Memiliki Sifat Iri Suami, Siapa Harus Didahulukan Istri atau Orangtua? 4 Sosok Wanita Paling Mulia Sepanjang Masa di Sisi Allah Api Muncul dari Jurang Aden, Tanda Akhir Zaman Semakin Dekat 8 Kebiasaan yang Ternyata Bisa Tolak Rezeki
© Dream
Dream - Humor KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak pernah habis diceritakan. Selalu saja ada cerita-cerita lucu tentang Presiden keempat RI tersebut.
Kali ini soal tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?
Seorang biksu Budha menjawab duluan. " Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan 'Om'.
Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”
Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal. " Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan." ujar pendeta
" Lah kok bisa ?" sahut biksu penasaran.
" Kenapa tidak, agama Anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu 'Bapa'. Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya," jawab pendeta.
Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.
" Loh kenapa Anda kok tertawa terus?" tanya pendeta penasaran.
" Apa Anda merasa bahwa agama Anda lebih dekat dengan Tuhan?" sahut biksu bertanya pada Gus Dur.
Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan " Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan." jawab Gus Dur dengan masih tertawa.
" Lah kok bisa ?" tanya pendeta dan biksu makin penasaran.... Mau tahu cerita selanjutnya? Klik di sini. (Ism)
Humor Gus Dur ini dikutip Dream.co.id dari laman NU Online yang didapat dari kiriman Ahmad Lailatus Sibyan, santri asal Jawa Tengah, tinggal di Yogyakarta.
© Dream
Dream - Cerita lucu tetang sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak akan pernah ada habisnya. Meski sudah sering dibahas, tetap saja ada cerita-cerita lucu tentang Presiden keempat RI tersebut.
Salah satunya adalah ketika mobil yang membawa Gus Dur dibuntuti mobil polisi. Bahkan sang sopir, Nurudin Hidayat sempat diberondong pertanyaan oleh polisi tersebut.
Cerita ini bermulai saat Gus Dur mendapat undangan menjadi pembicara di luar kota. Tak biasanya Gus Dur pergi tanpa pengawalan mobil patroli.
Mengemudikan dengan kecepatan tinggi, mobil Gus Dur pun disemprit polisi. Sampai akhirnya, polisi itu melihat penumpang yang tengah duduk di belakang.
Setengah terbengong, polisi itu memberanikan diri bertanya. " Itu Pak Gus Dur, ya?" tanyanya.
Si Polisi yang semula bermuka garang pun tiba-tiba berubah. Dia malah mengawal mobil Gus Dur.
Sementara Gus Dur yang sedari tadi tak tahu kejadian itu justru tenang-tenang saja. Mau tahu apa jawaban Gus Dur? Selengkapnya klik disini
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id,
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya