Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jenggot. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebuah kota kecil yang dikenal sebagai Braunau am Inn di Austria sering diingat sebagai tempat kelahiran pemimpin Nazi, Adolf Hitler.
Namun, pemerintah di kota tersebut lebih suka tempat tinggal mereka dikenal karena sosok lain.
Seperti kisah Hans Steininger, seorang walikota Braunau am Inn yang berjenggot panjang.
Walikota Braunau am Inn

Hans Steininger adalah walikota Braunau am Inn pada tahun 1567. Meskipun tidak banyak yang tahu latar belakangnya, Hans adalah tokoh terkenal di daerah tersebut.
Selain populer di antara warganya karena sikapnya yang baik, Hans juga dikenal memiliki jenggot yang sangat panjang mencapai hampir lima kaki atau 1,5 meter.
Biasanya, jenggot panjang Hans akan digulung dan ditaruh di saku kecil. Karena jika tidak melakukannya, jenggotnya akan menyentuh tanah dan mungkin menyebabkan masalah yang tidak diinginkan.
Namun, justru jenggot kesayangan Hans Steininger menjadi penyebab utama kematiannya yang cukup dramatis.
Pada tanggal 28 September 1567, kebakaran terjadi di Braunau am Inn. Saat mencoba menenangkan warga kota yang panik, jenggot Hans Steininger keluar dari sakunya.
Karena kekacauan pada saat itu, Hans tak sempat menggulungnya dan meletakkannya kembali ke tempatnya. Hans hanya mendorongnya ke samping setiap kali jenggotnya menghalangi langkahnya.
Ketika berdiri di atas tangga selama kekacauan di kotanya, Hans menginjak jenggotnya sendiri dan tersandung.
Insiden itu menyebabkan walikota itu terpeleset dan jatuh. Hans Steininger kemudian dinyatakan meninggal karena patah leher.
Setelah sang walikota wafat, penduduk Braunau am Inn mendirikan sebuah monumen untuk mengenang Hans Stephen.
Penduduk kota kecil itu juga memotong jenggot panjang Hans dan menaruhnya di wadah kaca untuk dipajang di museum sejarah kota.
Meskipun lebih dari 450 tahun telah berlalu, jenggot Hans Steininger yang terpelihara masih dipajang di museum yang sama.
Jenggot Hans Steininger telah menarik banyak wisatawan asing dan domestik untuk mengunjungi kota kecil Braunau am Inn.
(Sah, Sumber: All That's Interesting)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya