Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam kehidupan saat ini terdapat pandangan yang melihat kecerdasan seseorang dari indikator bendawi. Contohnya, nilai rapor yang tinggi, menempuh pendidikan di universitas mentereng, dan lain sebagainya.
Cara pandang ini tidak sepenuhnya salah. Sebab, indikator-indikator tersebut merupakan cara mudah untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang.
Namun demikian, patut kiranya kecerdasan dikaitkan tidak hanya dengan urusan duniawi. Urusan akhirat juga bisa menjadi indikator kecerdasan.
Hal ini seperti tertuang dalam Surat An Nisa ayat 78 yang artinya sebagai berikut.
" Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."
Dikutip dari Bincang Syariah, Rasulullah Muhammad SAW memiliki ciri khusus untuk menyatakan seorang manusia sangat cerdas. Ciri tersebut yaitu tidak hanya memikirkan dunia, namun lebih sering mengingat mati. Ini termaktub dalam hadis diriwayatkan Ibnu Umar RA.
" Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal."
Banyak mengingat mati justru disebut paling cerdas? Sebab, mereka yang berpikir kematian akan mempersiapkan bekal sebanyak mungkin untuk kehidupan akhirat.
Mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah dan melakukan kebaikan serta ketakwaan. Ketika kematian datang, mereka diam serasa mengeluh kurangnya persiapan menghadapinya.
Orang yang seperti ini akan terus berada di jalan Allah SWT. Begitu melenceng, mereka segera ingat akan kematian sehingga ke jalan yang benar.
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya