Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Cuaca Panas Ekstrem Landa Negeri 'Petro Dolar'

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 2 Juni 2014 15:08
Cuaca Panas Ekstrem Landa Negeri 'Petro Dolar'
Panas mencapai tingkat tinggi terjadi di wilayah barat Abu Dhabi dan daerah selatan serta barat Al Ain. Hampir mendekati 50 derajat Celcius.

Dream - Warga di negeri 'Petro Dolar', Uni Emirat Arab (UEA) disarankan berdiam di rumah dan tidak melakukan kegiatan di tempat-tempat terbuka. Kenapa gerangan? Karena kondisi cuaca sangat panas, hampir mendekati 50 derajat Celcius, melanda beberapa kota di negara tersebut akhir-akhir ini.

Panas mencapai tingkat tinggi terjadi di wilayah barat Abu Dhabi dan daerah selatan serta barat Al Ain. Sementara daerah barat daya Al Ain mengalami waktu terpanas sepanjang tahun dengan suhu di bawah 49 derajat Celcius.

Menurut Pusat Meteorologi dan Seismologi Nasional UEA (NCMS), suhu paling panas terjadi di Muzaria yang mencapai 49,29 derajat Celcius, diikuti Hamim (48.77 derajat Celcius), kota Sweihan di barat daya Al Ain (47,7 derajat Celcius), Al Quaa (47,52 derajat Celcius), Mukhariz (47,58 derajat Celcius), Umm Al Zumool (47,3 derajat Celcius), dan Al Rowdha (47 derajat Celcius). Sementara di kota Al Ain suhu udara mencapai 45 derajat Celcius.

Matahari sedikit bersahabat di kota-kota pesisir seperti Dubai, Abu Dhabi, Sharjah dan Ras Al Khaimah di mana suhu 'normal' berada di kisaran 42 sampai 45 derajat Celcius. Namun tingkat kelembaban yang tinggi di wilayah-wilayah tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi penduduknya.

Indeks kenyamanan manusia telah menurun di negara emirat tersebut akibat suhu udara panas, siang yang terlalu terik dan kelembaban udara meningkat. Untuk itu otoritas NCMS menyarankan warga UEA mengambil langkah-langkah perlindungan dengan meminta mereka menghindari aktivitas berat di tempat terbuka.

Ahli meteorologi dari NCMS Adil Hasan mengatakan kondisi di UAE sangat keras dan sebenarnya sulit bagi manusia untuk bertahan. Suhu tanah sebenarnya jauh lebih panas.

Prakiraan cuaca yang dilakukan pihaknya hanya mencatat daerah-daerah teduh. Meski begitu, jumlah sinar matahari melimpah, kelembaban tinggi, struktur beton dan logam yang membentuk bangunan di UEA semakin meningkatkan radiasi panas hingga 3-4 derajat.

Ditambahkan Hasan, Juni-Agustus adalah waktu terpanas di UEA. Biasanya sebagian besar warga UEA pergi berlibur ke luar negeri untuk menghindari panas.

Menurut Hasan, kondisi panas ini dibentuk oleh siklon tropis panas di Empty Quarter, sebuah gurun yang terletak di perbatasan UEA dan Arab Saudi.

Siklon ini merupakan fenomena umum di jazirah Arab pada pertengahan tahun. Siklon itu kemudian didorong menuju UEA oleh angin tenggara dan barat daya.

Menurut perkiraan NCMS, cuaca seperti ini akan tetap berlangsung selama 48 jam ke depan. Kondisi ini juga menyebabkan langit berawan dan suhu udara tetap panas ringan meski di malam hari.

Angin akan bertiup dari sedang hingga kencang yang bisa membawa pasir dan debu di daerah terbuka. Kelembaban relatif juga diperkirakan akan meningkat pada malam hari di daerah pesisir. (Ism)

Beri Komentar