Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilmuan Menemukan Senyawa Yang Mampu Mencegah Virus Corona
Dream - Sebuah tim ilmuan internasional mengklaim menemukan senyawa yang dapat melawan virus Corona, penyebab penyakit SARS dan MERS. Senyawa yang disebut-sebut bisa mencegah penyebaran corona Virus pada manusia itu disebut dengan nama K22.
Laman Saudi Gazette, Sabtu 31 Mei 2014, memberitakan, tim ilmuan itu dipimpin oleh Edward Trybala dari Universitas Gothenburg, Swedia, dan Volker Thiel dari Universitas Bern.
Menurut mereka, K22 mampu melawan virus Corona yang masih lemah--yang menyebabkan gejala seperti flu. Namun senyawa ini diperkirakan akan mampu melawan tekanan yang lebih kuat, termasuk virus yang sudah mampu menyebabkan penyakit SARS dan MERS.
Dalam artikel yang dimuat jurnal " PLOS Pathogens," para ilmuan menjelaskan bahwa virus yang menyebabkan dua penyakit mematikan itu berkembang biak pada saluran sistem pernapasan manusia.
Virus tersebut mengambil alih membran yang memisahkan bagian-bagian berbeda dari sel manusia. membran yang diambil alih itu selanjutnya dibentuk ulang dan dijadikan pelapis saat virus mulai berproduksi.
Namun kerja K22 masih berada dalam tahap awal dalam proses ini, hanya mencegah virus mengambil kontrol sel membran. " Hasilnyamengonfirmasikan bahwa penggunaan sel membran merupakan tahapan krusial dalam siklus virus," tulis laporan para ilmuan itu.
Dan percobaan yang dilakukan para ilmuan itu menunjukkan bahwa, " proses sangat sensitif sekali dan dapat dipengaruhi dengan pengobatan anti-virus."
Para ilmuan itu mengatakan, dengan epidemi SARS dan merebaknya MERS, investasi untuk uji coba K22 di luar laboratorium penting dilakukan.
Sejak 2002, SARS telah menyebabkan 800 orang tewas. Sementara, MERS setidaknya telah menyebabkan 200 orang meninggal sejak ditemukan kasus dua tahun silam. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya