Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
WHO Sudah Peringkatkan Datangnya Pandemi Berikutnya Yang Lebih Mematikan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dream - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi pandemi berikutnya, yang bisa 'bahkan lebih mematikan' daripada pandemi COVID-19.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, pada hari Senin, 22 Mei 2023.
Selain itu Tedros juga menekankan bahwa ancaman pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai karena adanya berbagai varian yang terus berkembang.
" Ancaman varian (COVID-19) lain yang muncul menyebabkan lonjakan pasien dan kematian baru tetap ada. Dan ancaman patogen lain yang muncul dengan potensi yang lebih mematikan tetap ada," kata Tedros.
Sementara itu, WHO baru-baru ini menyatakan bahwa pandemi COVID-19 bukan lagi darurat kesehatan. Meski demikian, warga dunia harus siap menghadapi ancaman pandemi baru yang lebih mematikan.
" Ketika pandemi berikutnya datang — dan itu akan terjadi — kita harus siap menyambutnya secara tegas, kolektif, dan merata. Kita tidak bisa memandangnya remeh," ujarnya di hadapan negara-negara anggota WHO.
" Jika bukan kita yang membuat perubahan yang memang harus dilakukan itu, lalu siapa lagi? Dan jika kita tidak membuatnya sekarang, lalu kapan?" tegasnya.
Meski mengungkapkan peringatan yang mengerikan ini, Tedros memuji keputusan negara-negara anggota WHO baru-baru ini yang menyusun perjanjian penanganan pandemi.
Tedros juga mengapresiasi langkah peningkatan anggaran belanja, setelah para anggota WHO berkomitmen menyetujui reformasi anggaran dan keuangan lembaga tersebut, menurut Reuters.
" Sehingga dunia tidak akan pernah lagi harus menghadapi kehancuran akibat pandemi seperti COVID-19 ini," ungkapnya.
Baru-baru ini WHO telah mengidentifikasi satu penyakit menular 'prioritas', yang kemungkinan besar akan menyebabkan pandemi berikutnya karena potensinya untuk menyebar ke seluruh Dunia.
Meski pun penularannya baru sedikit atau jika memang ada, maka harus dilakukan tindakan untuk melawan penyebarannya.
Selama ini kita mengenal beberapa penyakit menular yang berbahaya dan mematikan seperti Ebola, Marburg, Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS). Kemudian ada Sindrom Saluran Pernapasan Akut Berat (SARS), COVID-19, dan Zika.
Namun penyakit menular yang baru-baru ini diidentifikasi WHO merupakan yang paling menakutkan di antara penyakit-penyakit menular di atas.
Untuk saat ini, WHO hanya menyebutnya sebagai Penyakit X atau Disease X karena penyakit tersebut disebabkan oleh kuman yang bahkan belum ditemukan sebelumnya.
" Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa ada potensi penularan Penyakit X di sekitar kita," kata Pranab Chatterjee, seorang peneliti di Departemen Kesehatan Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg di Baltimore.
Pakar kesehatan masyarakat sepakat bahwa pandemi berikutnya kemungkinan besar bersifat zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan sebelum berpindah dan menjangkiti manusia.
Beberapa contoh pandemi yang bersifat zoonosis adalah Ebola, HIV/AIDS and COVID-19.
Sumber: New York Post
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
