Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Vaksinasi Massal Untuk Upaya Perlindungan Masyarakat Dar Covid-19 (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Setelah sempat melandai, kasus penularan Covid-19 dalam tiga hari berturut-turut melonjak drastis hingga tembus belasan ribu kasus.
Lonjakan tersebut sampai mendapat perhatian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang terus memantau perkembangan Covid-19 di Indonesia.
Untuk hari Sabtu, 19 Juni 2021, jumlah kasus virus corona penyebab Covid-19 bertambah 12.906 kasus. Sehingga total kasus pasien positif Covid-19 hingga saat ini mencapai 1.976.172 kasus.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada hari ini bertambah 7.016 orang. Dengan demikian total jumlah pasien sembuh hingga saat ini mencapai 1.786.143 orang.
Sedangkan angka kematian pasien Covid-19 pada hari ini bertambah 248, sehingga total orang meninggal akibat penyakit yang menyerang pernapasan ini mencapai 54.291 orang.
Pada hari ini kasus aktif yang tercatat sebanyak 135.738. Sementara spesimen yang diperiksa mencapai 132.215 dengan jumlah suspek sebanyak 118.023 orang.
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi dua ancaman yaitu lonjakan Covid-19 serta peningkatan infeksi varian baru virus corona.
WHO menyatakan kondisi ini menjadi kekhawatiran bersama, mengingat sejumlah indikator bahaya sudah terjadi.
Pemerintah Indonesia direkomendasikan untuk memperketat pembatasan, salah satunya dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memantau perkembangan terkini kasus Covid-19 di Indonesia. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi dua ancaman yaitu lonjakan Covid-19 serta peningkatan infeksi varian baru virus corona.
WHO menyatakan kondisi ini menjadi kekhawatiran bersama, mengingat sejumlah indikator bahaya sudah terjadi. WHO pun merekomendasikan Indonesia untuk memperketat pembatasan, salah satunya dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
" Peningkatan drastis pada tingkat keterisian tempat tidur pekan ini di beberapa provinsi berisiko tinggi merupakan kekhawatiran besar dan memerlukan implementasi kebijakan kesehatan publik dan sosial yang lebih ketat, termasuk PSBB," demikian rekomendasi WHO dalam Situation Report edisi Rabu, 16 Juni 2021.
WHO menilai perlu tindakan segera untuk mengatasi peningkatan penyebaran dari Variants of Consent (VoC) di sejumlah provinsi. WHO juga menyatakan kenaikan harian bukan dipicu dari penemuan kasus baru di hari yang sama.
Ini karena pengujian laboratorium membutuhkan waktu maksimal satu pekan untuk mendapatkan hasil. Sehingga pelaporannya untuk sampel yang sudah diambil di hari-hari sebelumnya, bukan hari yang sama.
Laporan WHO juga menyoroti tingkat kenaikan kasus hingga ratusan persen di sejumlah provinsi dalam periode 7-13 Juni 2021. Terdapat tiga provinsi yang menjadi fokus WHO.
Tiga provinsi tersebut yaitu Papua yang mengalami kenaikan kasus mencapai 967 persen, disusul Sulawesi Tenggara yang mencatat kenaikan hingga 205 persen. Sedangkan provinsi ketiga yaitu DKI Jakarta yang mencatatkan kenaikan kasus mencapai 123 persen.
Untuk Papua, WHO memberikan catatan khusus yaitu kenaikan kasus mingguan sangat tinggi dari 12 menjadi 128. Selain itu, internet masih menjadi kendala di Papua sehingga pelaporan tidak bisa dilakukan dengan cepat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya