Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Jemaah Haji (www.latimes.com)
Dream - Serangan wabah flu unta atau yang akrab disebut Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sempat membuat Arab Saudi kelimpungan. Namun otoritas pariwisata dan penerbangan Arab Saudi memastikan industri pariwisata senilai US$ 16 miliar aman dari pengaruh mewabahnya virus tersebut.
Bahkan Arab Saudi dipastikan akan menerima kunjungan wisatawan selama Ramadan pada Juli dan berlanjut pada musim haji di Oktober 2014.
Mohammad Abdul Majeed, wakil presiden penjualan Saudi Arabian Airlines (Saudia) seperti dikutip Gulfnews, Sabtu, 7 Juni 2014 memastikan tidak ada dampak ekonomi yang signifikan dari merebaknya MERS.
Sementara Departemen Kesehatan Arab Saudi mengatakan pihaknya telah mendapat laporan kasus baru MERS pada pekan ini. Departemen ini juga mengoreksi jumlah korban tewas akibat virus MERS. Disebutkan virus corona telah membunuh 282 orang, bukan 193 seperti diberitakan sebelumnya. Sementara korban yang terinfeksi mencapai 688, bukan 575.
Kendati demikian, WHO bersikeras menolak menyatakan kasus ini sebagai keadaan darurat global.
Kasus MERS telah memakan korban di Departemen Kesehatan Arab Saudi. Wakil Menteri Kesehatan Dr Ziad Memish menjadi pejabat terbaru yang resmi dicopot dari jabatannya. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Abdullah Al Rabeeah dipecat dalam kaitannya dengan penanganan virus pada bulan April.
Meski demikian Abdul Majeed mengatakan bahwa 'kasus MERS telah ditangani dengan baik oleh pemerintah,' hal itu ditunjukkan dengan tidak adanya penurunan jumlah jamaah yang melakukan kunjungan ke Arab Saudi yang memakai Saudia.
Muslim dari di seluruh dunia akan melakukan perjalanan haji ke Arab Saudi setiap tahunnya. Selain itu, sepanjang tahun, kaum Muslim juga melakukan ibadah umrah. Tahun lalu, 16,7 juta orang mengunjungi Arab Saudi, mengalami peningkatan sebear 10 persen. Sementara 32 juta Saudi melakukan perjalanan wisata di dalam negeri, naik sekitar 7,5 persen dari tahun lalu.
Omar Al Hudaif, kepala eksekutif biro perjalanan Saudi yang bermarkas di Al Fursan juga setuju dengan pendapat Abdul Majeed. Virus MERS bukan merupakan ancaman bagi dunia pariwisata Saudi. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan