Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perempuan Saudi Dilarang Mengemudikan Mobil Sendiri
Dream - Perempuan Saudi memang dilarang mengemudikan mobil sendiri. Hal itu kemungkinan besar akan masih berlangsung hingga waktu yang tak bisa ditentukan.
Namun, ada ide menarik untuk mengatasi hal tersebut. Kenapa tidak mempertimbangkan menyewa pekerja asing perempuan sebagai sopir?
Diberitakan Saudigazette, Senin 2 Juni 2014, sudah tak terhitung banyaknya masalah ditimbulkan oleh pekerja asing laki-laki yang menjadi sopir dan tinggal di keluarga Saudi.
Jika sopir tersebut belanja dan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama istri dan anak-anak majikannya, dia mungkin saja melakukan pelecehan seksual terhadap si perempuan dan anak-anaknya.
'Kenakalan' sopir laki-laki bahkan melanda pembantu rumah tangga perempuan. Banyak tersiar kabar pembantu rumah tangga dihamili oleh sopir.
Untuk mengakhiri masalah ini, para majikan di Arab Saudi bisa mencontoh negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang lebih suka merekrut pekerja asing perempuan sebagai sopir pribadi sehingga lebih aman.
Mereka sangat senang dengan sopir perempuan. Para perempuan itu merasa aman, terutama saat anak-anak mereka pergi sendirian dengan sopir perempuan. Rasa aman tersebut sulit terwujud jika dengan sopir laki-laki.
Para sopir perempuan itu sebenarnya bisa menjalankan tugas sopir laki-laki. Selama ini, para keluarga Saudi dihadapkan pada pilihan hanya merekrut sopir laki-laki namun masalahnya, mereka tidak mengetahui etika dan perilaku para sopir sebelum mereka mulai bekerja.
Untuk itulah, sudah saatnya para keluarga Saudi mempertimbangkan menjadikan pekerja asing perempuan sebagai sopir pribadi. Ada satu dilema bagi perempuan Saudi yang memiliki mobil sendiri.
Di satu sisi, mengemudikan mobil sendiri dilarang oleh Kerajaan, namun di sisi lain, seorang perempuan yang duduk di belakang dan disopiri oleh pengemudi laki-laki yang bukan muhrimnya tidak lebih sebuah 'khalwa' (pemisahan yang ilegal) yang bertentangan dengan hukum Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya