Dari Mana Datangnya Racun di Kopi Mirna?

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 11 Januari 2016 12:03
Dari Mana Datangnya Racun di Kopi Mirna?
Pegawai cafe sempat mencicipi kopi itu. Diambil setetes kopi memakai ujung sedotan. Kemudian diteteskan di tangannya, lalu dicicipi. Hasilnya, langsung muntah-muntah selama setengah jam.

Dream - Kopi yang diminum Mirna Salihin (28) diduga mengandung zat berbahaya. Sebab usai diminum Mirna, kemudian tewas, karyawan kafe coba mencicipi dan langsung muntah-muntah.

" Ketika saksi (karyawan cafe) mencicipi kopi itu, ia merasakan rasa yang kebas. Kemudian saksi langsung merasakan mual selama setengah jam dan muntah-muntah," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Senin 11 Januari 2015.

Krishna menjelaskan usai Mirna kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit, pegawai kafe menyingkirkan kopi itu ke dapur.

Lalu oleh pegawai itu diambil setetes kopi memakai ujung sedotan. Kemudian diteteskan di tangannya, lalu dicicipi. " Padahal itu cuma setetes. Makanya kami menduga ada sesuatu di kopi itu," tegas Krishna.

Berdasarkan hasil temuan awal Puslabfor, diduga ada Sianida di dalam kopi itu. Nantinya, hal itu akan dicocokkan dengan hasil analisa sampel lambung, hati, dan empedu korban, usai jenazah diautopsi.

Hingga kini polisi belum menyimpulkan ini peristiwa pembunuhan. Namun, penyidik meyakini kematian korban tidak wajar dan mencurigai suatu zat di dalam kopi sebagai penyebab utamanya. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Wanita Tewas Minum Kopi di Mal, Diracun atau Obat Kurus?

Dream - Misteri penyebab kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas usai meminum kopi Vietnam di sebuah kafe di Mal Grand Indonesia terus menunjukkan titik terang. Beberapa waktu belakangan muncul kabar yang menyebutkan jika kematian Mirna disebabkan obat penurun berat badan yang dikonsumsi Mirna.

Fakta itu diungkapkan salah seorang sahabat Mirna bernama Fransiska. Di akun media sosial Path miliknya, Fransiska menulis jika Mirna sempat mengonsumsi obat kurus sebelum pergi meminum kopi bersama dua temannya, Hani dan Erza.

" Perlu diklarifikasi bahwa penyebabnya bukan semata-mata karena minum kopi Vietnam, tetapi karena sebelumnya minum obat kurus, lalu pergi minum kopi bikin jantungnya berdebar-debar, maka kena serangan jantung," tulis Fransiska dalam status yang diunggah Sabtu, 9 Januari 2016.

Tulisan yang diunggah Fransiska bisa menjadi dugaan baru untuk menguak kasus kematian wanita yang baru sebulan ini menikah. Sebab, dalam temuan terakhir tim Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya sendiri sebelumnya telah menyebut jika ada kerusakan di lambung jenazah Mirna.

Namun, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Musyafak menyebut kerusakan tersebut karena zat korosif yang masuk ke tubuh Mirna.

" Kematiannya bukan karena kerusakan lambung. Tapi, karena zat korosif itu mengganggu sistem tubuh Mirna," ucap Musyafak, Minggu, 10 Januari 2015.

Polda Metro Jaya sendiri kini terus intensif untuk menguak dugaan kematian Mirna. Pihak Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya sendiri sudah mengirim sampel lambung, hati, dan empedu korban ke Puslabfor Mabes Polri untuk diteliti.

2 dari 5 halaman

Ada Dugaan Diracun

Dream - Polisi akan melalukan pendalaman pada hasil pemeriksaan laboratorium dan autopsi pada jenazah Wayan Mirna Salihin. Ini dilakukan karena temuan sejumlah zat mematikan di organ dalam korban.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna, pihaknya ingin pemeriksaan pada jenazah korban dapat diperdalam.

" Hasil autopsi menunjukkan hasil yang signifikan dan perlu pendalaman," kata Krishna, dalam keterangan resmi yang diterima Dream.co.id, Minggu, 10 Januari 2015.

Berdasarkan temuan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, ada kerusakan fatal di lambung jenazah. Kerusakan itu terjadi karena pengaruh zat korosif.

" Penyebab kematiannya bukan akibat kerusakan lambung. Tapi, akibat adanya zat korosif yang menggangu sistem tubuh korban," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Musyafak.

Peristiwa meninggalnya Mirna cukup menyita perhatian publik. Sebab, kematian Mirna terjadi sesaat setelah menenggak kopi Vietnam yang dipesan rekan Mirna yang bernama Siska dan Hani.

Dari rekaman kamera keamanan yang telah diamankan pihak kepolisian, terlihat ada jeda 40 menit sejak Siska memesankan kopi hingga akhirnya Mirna datang dan meminum kopinya. Tetapi, rekaman kamera CCTV yang disita polisi tak dapat menunjukkan apa yang dilakukan Siska dengan kopi tersebut. Ini disebabkan kamera pengawas terhalang tanaman tinggi dan Siska memilih tempat duduk persis dibalik tanaman tinggi itu.

3 dari 5 halaman

Misteri Kematian Wanita Usai Minum Es Kopi Terkuak?

Dream - Wayan Mirna L Salimi, 27 tahun meninggal saat makan di Restoran Olivier, West Mall, Grand Indonesia. Dia tewas usai meminum seteguk es kopi vietnam yang dia pesan di restoran tersebut.

Penyebab kematian Mirna kemudian menjadi teka-teki. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi sebab Mirna meninggal seketika itu.

Tetapi, seorang sahabat Mirna diketahui bernama Fransiska, menggunggah status terkait kematian wanita ini. Dalam akun media sosial Path, Fransiska menulis kematian Mirna bukan karena meminum es kopi.

" Tapi perlu di klarifikasi bahwa penyebabnya bukan se mata2 krn minum kopi vietnam, tetapi karena sebelumnya minum obat kurus... lalu pergi minum kopi bikin jantungnya berdebar2 maka kena serangan jantung," tulis Fransiska, diakses pada Sabtu, 9 Januari 2016.

Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan belum terdapat kepastian terkait penyebab kematian Mirna. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan.

" Sedang diselidiki dan penyebab kematian belum dipastikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal.

Sebelumnya, Mirna pergi ke restoran Olivier bersama kedua sahabatnya. Dia memesan es kopi vietnam di restoran tersebut.

Tetapi, baru saja meminum seteguk es kopi tersebut, Mirna seketika mengalami kejang-kejang. ia dilarikan ke klinik Damayanti, klinik yang ada di pusat perbelanjaan tersebut untuk mendapat penanganan medis, namun sayangnya nyawanya tak tertolong.

4 dari 5 halaman

Fakta Seputar Wanita Meninggal Usai Minum Es Kopi

Dream - Wayan Mirna L Salimi, 27 tahun, meninggal usai meminum seteguk es kopi yang dipesan dr Restoran Olivier, West Mall, Grand Indonesia. Dia berada di sana bersama dua orang sahabatnya.

Menurut seorang sahabat Mirna, Fransiska, mengungkap beberapa fakta seputar kehidupan wanita ini. Fakta itu tertuang dalam status yang dia unggah di aku media sosial Path.

Mirna sebetulnya masih dalam masa kebahagiaan. Dia baru sebulan menikah dengan kekasihnya. Menurut Fransiska, Mirna telah berpacaran dengan pria yang menjadi suaminya selama 10 tahun.

" Sepuluh tahun pacaran, sebulan married, then passed away setelah minum coffee di Olivier," tulis Fransiska, diakses [ada Sabtu, 9 Januari 2016.

Pemilik akun tersebut juga mengungkapkan Mirna sempat mengonsumsi obat pelangsing sebelum pergi ke restoran Olivier. Dia menduga Mirna meninggal karena serangan jantung akibat reaksi antara obat pelangsing bertemu kopi.

Sebelumnya, Mirna pergi ke restoran Olivier bersama kedua sahabatnya. Dia memesan es kopi vietnam di restoran tersebut.

Tetapi, baru saja meminum seteguk es kopi tersebut, Mirna seketika mengalami kejang-kejang. Dia dilarikan ke klinik Damayanti, klinik yang ada di pusat perbelanjaan tersebut untuk mendapat penanganan medis, namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.

5 dari 5 halaman

Dugaan Kejanggalan

Dream - Keluarga Wayan Mirna (27), perempuan muda yang ditemukan tewas di pusat perbelanjaan Grand Indonesia (GI), menyetujui langkah polisi melakukan autopsi pada jenazah Mirna.

" kita sudah berbicara dengan orangtua dan keluarga besar mirna, mencoba meyakinkan mereka dilakukan autopsi. Alhamdulillah mereka setuju," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Minggu dini hari.

Dalam kasus kematian Mirna diduga ada yang tak wajar. Sehingga, kata Krishna, autopsi ini diperlukan untuk bisa mengungkap penyebab kematian korban. " Kalau tidak ada autopsi maka polisi tidak bisa melakukan penyelidikan maupun penyidikan," ujarnya

Sebelumnya polisi telah meminta keterangan keluarga korban tentang riwayat kesehatan korban dan mengirim contoh kopi ke laboraturium.

" Setelah autopsi selesai dilakukan, jenazah akan dikembalikan ke Dharmais, dan bisa segera dimakamkan," kata Krishna.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie