4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Munarman Saat Digelandang Densus 88 Antiteror
Dream - Terdakwa kasus terorisme, Munarman, berdebat sengit dengan seorang saksi saat persidangan tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Saksi menyatakan mengetahui Munarman hadir dalam baiat kepada organisasi teroris ISIS yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, pada 2014.
Saksi berinisial HF mengaku sempat membahas mengenai kedatangan Munarman. Bahan bahasan mengenai konsekuensi kedatangan eks Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) itu.
" Di dalam perjalanan pulang (usai acara), saya sama rekan-rekan membahas kedatangan Munarman. Apa saja yang dibahas? Tentang konsekuensi baiat antum (Munarman) pada waktu itu," ujar HF kepada Munarman saat dikonfrontir dalam sidang.
Munarman membantah ikut berbaiat kepada ISIS dalam acara tersebut. Tetapi, jawaban Munarman malah ditimpali saksi.
" Saya tidak baiat," kata Munarman.
" Itu hak saudara membantah, saya menjawab. Pembahasan saya ya konsekuensi saudara dalam acara," ucap HF.
Munarman lalu bertanya mengenai konsekuensi yang dimaksud saksi. HF pun menjawab konsekuensi tersebut yaitu pihaknya tidak lagi dimusuhi FPI dengan kehadiran Munarman.
Munarman bertanya lagi apakah sebelum kedatangannya FPI memusuhi kelompok yang diikuti saksi. Mendapat pertanyaan itu, HF menjawab tidak tahu.
" Kenapa bisa simpulkan (FPI memusuhi)?" kata Munarman.
Saksi lalu mengatakan seharusnya Munarman cukup paham masalah yang terjadi antara FPI dengan pendukung ISIS. Apalagi, Munarman memegang posisi sebagai sekjen.
" Anda paham penolakan demokrasi, hukum-hukum dan sebagainya. Saat itu kan FPI masih mendukung demokrasi. Kami pikir gitu, siapa yang mendukung demokrasi itu adalah musuh kami," kata HF.
Saksi lain, K, juga mengaku menyaksikan secara langsung kehadiran Munarman dalam acara baiat tersebut. Saat itu, dia ditugaskan untuk membuka acara.
" Setelah saya membuka acara dan turun dari panggung, saya melibat ada Munarman di situ," kata K.
K kemudian bertanya kepada HF mengenai akan diapakan acara dengan kehadiran Munarman. HF meminta K untuk melihat situasi lebih dulu.
" Perbincangannya, saya meminta untuk (Munarman) dikeluarkan saja (tidak ikut baiat), tetapi H (HF) mengatakan tunggu sampai acara baiatnya," kata dia.
K juga mengatakan saat itu posisinya cukup dekat dengan Munarman. Jarak keduanya hanya sekitar 10-20 meter.
Ketika baiat berlangsung, K bersama HF turut menyaksikan Munarman berdiri dan ikut berbaiat. Dia mengaku sudah mendapat tanda dari HF soal Munarman.
" Emang H pertama sudah memberikan masukan kepada kita, kalau Munarman tidak iktu, akan kami bubarkan, ya saya katakan Munarman ikut acara itu," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
