Debat Arah Jalur Tujuan, Sopir Online Malah Dituduh Menculik

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 3 Februari 2019 15:02
Debat Arah Jalur Tujuan, Sopir Online Malah Dituduh Menculik
Si penumpang ngotot tak mau melewati jalur berbayar. Tapi saat diminta menunjukan jalur lain, dia tak mengetahuinya.

Dream - Seorang sopir Gojek di Singapura, bernama Kamaruzzaman Abdul Latif dituduh penumpangnya melakukan penculikan. Dari video yang dia rekam, Kamaruzzaman justru tak melakukan tindakan itu.

Video yang diunggah ke media sosial ke Facebook Komunitas Gojek Singapura pada Kamis, 31 Januari 2019 itu berawal dari keluhan penumpang perempuan yang menyewa jasanya. Perempuan itu marah karena sang sopir tak mau menghindari jalur berbayar di Singapura, (Electronic Road Pricing/ERP).

Kamaruzzaman menjemput perempuan dari Block 251 Bishan Street 22 sekitar pukul 7 pagi untuk menuju ke Coleman Street, pada Selasa, 29 Januari 2019 lalu .

" Bagaimana cara menghindari ERP?" Kamaruzzaman menulis bahwa penumpang terus mengatakan Kamaruzzaman mencoba menipunya.

Kamaruzzaman mengatakan bahwa dia bertanya pada penumpang itu untuk memberitahu jalur dimana dia bisa menghindari ERP. Tapi penumpang tidak dapat mengarahkannya.

Berbicara kepada The Straits Times, Kamaruzzaman mengatakan penumpang mulai marah dengannya saat perjalanan mencapai Central Expressway (CTE).

Ketika dia menjelaskan jika kendarannya tidak mungkin menghindari ERP selama jam sibuk pagi, penumpang itu tidak puas. Dia menyarakan Kamaruzzaman mengikuti rute pilihannya.

1 dari 3 halaman

Mobil Terkunci Otomatis, Penumpang Teriak Penculikan

Dalam ketentuan di Singapura, Gojek memang tak memasukan tarif ERP dalam baya yang harus dibayar penumpang. Driver biasanya memasukkan biaya tambahan yang dikeluarkan dalam aplikasi sebelum menyelesaikan perjalanan. 

Dalam video Kamaruzzaman, penumpang terdengar jelas mengatakan, " Anda menipu saya."

Penumpang itu kemudian melakukan panggilan telepon. Tiba-tiba, suara dari telepon penumpang itu terdengar, " Kamu tak punya hak untuk menjadikannya tawanan." dan " Kamu menyebabkan dia kehilangan kebebasan."

Tak ingin berbelit, Kamaruzzaman pun mengambil inisiatif untuk meminta persoalan ini diselesaikan di kantor polisi. Mobil itu akhirnya berhenti di Toa Payoh Lorong 4, ketika Kamaruzzaman berbicara dengan petugas Cisco Certis.

Mendadak, penumpang berteriak, mengklaim Kamaruzzaman sengaja mengunci pintu mobil dan bermaksud menculiknya. Tapi, Kamaruzzaman mencoba menjelaskan kepadanya bahwa mobil secara otomatis mengunci sendiri.

Kamaruzzaman, yang mulai mengemudi dengan Gojek penuh waktu pada Desember 2018.

" Aku tahu salah merekam video seseorang tanpa seizin mereka, tetapi aku harus melakukannya untuk melindungi diriku."

2 dari 3 halaman

Klarifikasi Gojek

Dia menyebut sengaja membagikan video itu di Facebook dengan maksud tak mempermalukan penumpang lain. Kamaruzzaman ingin memberi tahu pengemudi Gojek lainnya mengenai kesalahpahaman yang terjadi.

Gojek telah mengatakan kepadanya bahwa " tidak ada yang salah" dengan tindakan yang telah dilakukannya. Perusahaan juga " tidak akan melakukan apa pun" kepada penumpangnya.

Juru bicara Gojek mengatakan mereka telah menyelidiki insiden tersebut dengan menggunakan bukti yang ada dan telah berbicara dengan Kamaruzzaman.

" Gojek menanggapi semua keluhan dari pengemudi dan mitra pengemudi dengan sangat serius ... Hasil yang adil telah dicapai dengan mitra pengemudi dan kami berpandangan bahwa masalah ini sekarang telah selesai," kata juru bicara itu."

Sejak video itu diunggah, netizen menyuarakan dukungan untuk Kamaruzzaman.

3 dari 3 halaman

Ini Videonya

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak