Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gary Quinlan (Liputan6)
Dream - Australia menggelontorkan dana sebesar AU$4,9 juta, sekitar Rp48 miliar, ke UNICEF atau Badan Dana Ana-Anak PBB. Dana itu bakal digunakan untuk membantu respons dan pemulihan Indonesia dari pandemi COVID-19.
" Pandemi COVID-19 adalah tantangan pembangunan paling signifikan yang dihadapi kawasan kita saat ini, dan juga dunia," jelas Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 23 Juni 2020.
Menurut Gary Quintan, UNICEF merupakan mitra utama bagi Australia dan Indonesia. Dengan pendanaan baru ini, UNICEF dan Indonesia akan bekerja sama menyediakan layanan kesehatan utama di masyarakat, memperkuat sistem kesehatan, dan memperbaiki pengelolaan air.
Selain itu, juga menyediakan sanitasi dan kebersihan, memasok bahan-bahan pokok, serta memastikan perempuan, anak-anak, dan masyarakat rentan mendapatkan perbaikan nutrisi.
" Sebagai teman dekat dan mitra jangka panjang bagi Indonesia, di mana masa depan kita tidak dapat dipisahkan, kita memiliki kepentingan bersama dalam memerangi COVID-19 beserta dampaknya, dan Australia senang dapat bermitra dengan UNICEF untuk membantu kebutuhan kesehatan dan kemanusiaan yang mendesak," tambah gary Quintan.
UNICEF telah bekerja erat dengan Indonesia untuk membantu mengurangi dampak COVID-19 pada masyarakat. UNICEF telah memberikan pasokan medis yang mampu menyelamatkan jiwa dan mendukung kelanjutan layanan kesehatan dan gizi, menyediakan air bersih dan kebutuhan sanitasi dan menjaga anak-anak tetap terhubung dengan pendidikan.

Australia juga telah mengubah orientasi program pembangunan di Indonesia untuk merespons langsung terhadap COVID-19. Ini termasuk tambahan AU$ 21 juta untuk mendukung respons kesehatan, kemanusiaan dan ekonomi Indonesia.
" Dengan jutaan anak dan keluarga Indonesia yang menghadapi risiko jangka panjang dari COVID-19, kontribusi Australia tiba pada saat yang tepat dan sangat penting," kata Perwakilan UNICEF Debora Comini. " Ini akan membantu UNICEF mendukung layanan kesehatan pemerintah, memperluas jangkauan program masyarakat dan kampanye kesadaran publik dalam menanggapi pandemi ini."
Australia berkomitmen untuk bekerja dalam kemitraan dengan Indonesia dan UNICEF untuk menanggapi krisis ini. Kolaborasi dengan UNICEF ini dirancang untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak terburuk pandemi global ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya