Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ia Tinggal Di Dalam Gua Sempit Dan Gelap (Shanghaiist.com)
Dream - Demi menghemat biaya hidup, seorang pria asal Tiongkok rela hidup di dalam gua.
Bekerja sebagai buruh angkut di perusahaan logistik di kota Jinan, seorang pria 35 tahun memperoleh pendapatan 3.000 yuan per bulan. Uang tersebut harus dikirimkannya ke keluarga di desa Doufuying, Handan, Provinsi Hebei.
Untuk menghemat biaya hidup, terutama tempat tinggal, pria bernama Shi Zhiyong rela tinggal di dalam gua sempit dan gelap.
Zhiyong adalah tulang punggung bagi keluarganya yang terdiri dari kedua orang tua, istri dan dua anak laki-laki.
Menurut laporan Xinhua News dikutip Shanghaiist.com, Kamis 5 Maret 2015, lima tahun lalu, Zhiyong memutuskan mencari kerja di kota Jinan dengan harapan memperoleh pendapatan lebih besar.
" Bekerja sebagai buruh angkut di Jinan, saya memperoleh pendapatan 3.000 yuan. Sementara jika di kampung halaman hanya 1.800 yuan," kenang Zhiyong.
Sebelumnya, Zhiyong hanya perlu keluar dana sekitar 200 yuan untuk biaya sewa tempat tinggal, pulsa dan minum. Dia mendapat makan gratis tiga kali sehari dari perusahaan.
Namun saat berjalan-jalan di kaki Gunung Yaoshan pada akhir September lalu, Zhiyong menemukan sebuah gua dengan kedalaman 10 meter. Tanpa pikir panjang, dia memutuskan untuk tinggal di gua itu sehingga bisa menghemat biaya sewa tempat tinggal yang mencapai 100 yuan.
Sejak itu, Zhiyong selalu mengabarkan pada keluarganya di kampung bahwa ia tinggal di asrama perusahaan atau di hotel.
Untuk memenuhi kebutuhan mandi, Zhiyong akan bangun pukul 6 pagi dan menggunakan kamar mandi perusahaan untuk membersihkan badan dan gosok gigi.
Setelah pulang kerja, dia akan mandi di kamar mandi umum di kaki gunung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya