Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Profesor Wilson (Daily Mail)
Dream - Profesor dari Amerika Serikat, Jeff Wilson, melakukan percobaan aneh. Profesor pada sebuah universitas di Texas itu rela tidur di dalam tempat sampah selama setahun. Ini hanya untuk mengetahui apakah orang akan lebih bahagia dengan gaya hidup sederhana.
Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Selasa 23 September 2014, saat ini Wilson sudah lebih dari tujuh bulan menjalani percobaan radikal ini. Selama percobaan itu, dia benar-benar hidup di dalam kontainer sampah berukuran 36 kaki persegi.
Bahkan dia bertekad akan melanjutkan uji coba tidur di bak sampah ini pada tahun berikutnya, jika dia merasa bahagia melanjutkan hidup dengan lebih sederhana. Dan kelihatannya, Wilson sudah jatuh cinta dengan gaya hidup tersebut.

Bak sampah tempat tinggal Profesor Wilson
Sumber: Daily Mail
Namun, bak sampah yang dipakai Wilson itu bukan tempat yang kotor. Tempat sampah itu sudah dibersihkan. Bagian dalam juga sudah dimodifikasi. Ada kasur, hiasan dinding, dan bahkan tanaman hias. Namun ukurannya ya itu tadi, sempit.
Menurut Wilson, tantangan terberat dalam eksperimen ini adalah menyesuaikan dengan suhu dalam tempat sampah. Suhunya sungguh ekstrem. Mencapai 45 derajat Celsius saat musim panas dan menjadi minus 5 derajat Celcius di musim dingin.

Tempat menyimpan barang
Sumber: Daily Mail
Untuk mengatasi masalah itu, Wilson sekarang telah memasang pengatur suhu. Namun masalah tak hanya itu saja. Bau menyengat dari toilet yang berada di dekat bak sampah tempat tinggalnya itu juga menjadi masalah lain.
" Kami berharap tempat sampah akan menjadi kotak interaktif pada mata pelajaran seluas rumah kecil, kebersinambungan energi, pendidikan ilmu pengetahuan, dan kualitas hidup yang lebih tinggi," kata Wilson.
" Pada akhirnya, hipotesis yang tengah kami selidiki adalah jika seseorang bisa memiliki hidup yang relatif bagus dan bahagia dengan kesederhanaan," tambah dia.
Dia menambahkan, ini merupakan percobaan yang asing. Para mahasiswa, kata dia, mungkin berpikir ini percobaan yang aneh. Namun, Wilson telah membuktikan kehidupan ekstrem di bak sampah itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya