Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Antartika, Kutub Selatn (News.Discovery)
Dream - Sementara laut es di Antartika (Kutub Selatan) menunjukkan pertumbuhan es yang signifikan, para ilmuwan mengkhawatirkan dampak pemanasan global terhadap pencairan es di Arktik (Kutub Utara).
National Snow and Ice Data Center (NSIDC) melaporkan bahwa angin dan udara dingin membekukan air laut seluas 7,6 juta mil persegi atau sekitar 19,7 juta kilometer persegi di Antartika musim dingin ini. Meluasnya es di Antartika tahun ini telah memecahkan rekor sebelumnya di tahun 2013. Pembekuan tersebut masih akan terus berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
Menurut data yang diperoleh dari pembacaan satelit oleh Phil Reid di Centre for Australian Climate and Weather Research, naiknya tingkat es di Antartika ini adalah pertama kalinya bisa melampaui lebih dari 7,7 juta mil persegi. Atau seluas sekitar 20 juta kilometer persegi. Terbesar dalam sejarah.
" Kenaikan tingkat es Laut Antartika mungkin tampak bertentangan dengan iklim global. Namun sebenarnya ada beberapa penyebab lain yang berperan," kata Jan Leiser, Antarctic Climate and Ecosystems Cooperative Research Centre di Hobart, Tasmania, Australia.
Peningkatan es di belahan Bumi selatan dikaitkan dengan kecepatan angin yang intensif. Juga peningkatan air tawar dari daratan es di Antartika.
Sementara es Antartika terus tumbuh, es di laut Arktik terus mencair. NSIDC melaporkan, es di Kutub Utara mencair seluas 1,96 juta mil persegi atau sekitar 5.070.000 kilometer persegi pada 15 September. Turun sedikit dari tahun lalu yang sebesar 1,97 juta mil persegi atau 5,1 juta kilometer persegi. Ini adalah penurunan level enam terendah dalam catatan NSIDC sejak pelacakan satelit dimulai pada tahun 1979.
" Dalam jangka pendek, sepertinya belum ada banyak es yang mencair dalam beberapa tahun terakhir, kecuali jika dalam jangka panjang," kata Axel Schweiger, ketua University of Polar Science Center Washington di Seattle.
Pada kedua kutub, es laut menyusut dan meluas karena musim panas dan musim dingin. Namun di Arktik, es tetap solid sepanjang tahun. Es sisa dari tahun lalu membantu mencegah pencairan es Arktik. Karena es yang sudah berumur dan tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk meleleh daripada es yang lebih muda dan tipis. " Es nampaknya tidak menebal tahun ini," kata Schweiger.
Para ahli menyalahkan pemanasan global sebagai pemicu utama perluasan es laut Antartika dan melelehnya es Arktik. Perluasan dan pelelehan es laut tersebut saat ini berlangsung dua kali lebih cepat. Hal ini membuktikan bahwa perubahan iklim memiliki dampak yang sangat dramatis di Kutub Utara. (Ism, Sumber: News Discovery)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya