Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Demi Lunasi Utang Anaknya Rp1 Miliar, Nenek 71 Tahun Rela Bekerja Jadi Pencuci Piring Selama 12 Tahun (Shutterstock)
Dream - Utang adalah perkara yang hukumnya wajib untuk dilunasi. Meski yang bersangkutan sudah meninggal dunia, biasanya pihak keluarga yang bertanggung jawab melunasinya.
Hal serupa juga dilakukan nenek berusia 71 tahun ini. Ia bekerja sebagai pencuci piring selama 12 tahun demi melunasi utang mendiang putranya sebesar Rp1 miliar.
Dikutip dari SCMP, nenek bernama Cong Huiyu itu tinggal di provinsi Jiangsu, China. Anaknya meninggal dunia pada 2011 silam karena kecelakaan.
Bulan lalu ia sudah mencicil setidaknya Rp26 juta dari hasil kerja kerasnya. Pekerjaannya sebagai pencuci piring hanya mampu mengumpulkan uang Rp4 juta setiap bulan.
Suaminya bekerja sebagai porter yang juga dibayar Rp4 juta. Dengan tambahan uang pensiunan, mereka dapat mencicil ke bank Rp6 juta per bulan.
Meski di China secara hukum Cong Huiyu tidak berkewajiban untuk membayar utang putranya, ia tetap melakukannya.

Ia dan suaminya ingin memberikan properti yang menjadi jaminan bank kepada cucunya.
Akan tetapi pada tahun 2016 suaminya meninggal dunia. Situasi tersebut membuatnya semakin sulit untuk membayar utang.
Lantaran sudah sangat terdesak ia terpaksa menjual tanahnya di desa seharga Rp100 juta.
Selain ingin memberi properti kepada cucunya, nenek tersebut juga mengatakan ingin mengajarkan agar kedepannya sang cucu yang kini berusia 18 tahun dapat hidup mandiri dan menjadi orang sukses.
“ Saya ingin memberi contoh untuk cucu saya. Saat dewasa, dia bisa berkontribusi pada masyarakat,” katanya.
Kisah perjuangan nenek tersebut menjadi viral di media sosial. Warganet sangat takjub dengan kerja kerasnya serta dedikasinya kepada sang cucu.
“ Dia adalah contoh orang yang baik sebagai manusia.”
“ Semoga ia selalu diberkati,” tulis netizen.
Dream - Bagi sebagian orang bersepeda hanya dilakukan saat hendak berolahraga. Namun, siapa sangka saat ini masih ada orang yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utamanya.
Bukan karena hobi atau mengikuti tren, namun karena adanya keterbatasan ekonomi sehingga harus mengayuh sepeda meski jarak yang ditempuh tidaklah dekat.
Seperti pada video yang diunggah akun Tiktok @icankjayamontecarlo, memperlihatkan saat seorang bapak yang sedang mengayuh sepedanya di jalan raya.

Di bawah tikaman terik matahari, bapak yang menggunakan baju korpri itu terlihat mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga. Meski tak bisa dibohongi dari ekspresi wajahnya sudah terlihat sangat lelah.
Kondisi sepeda yang ia kendarai pun sudah sangat usang. Di belakangnya terdapat dua buah keranjang yang diduga untuk membawa barang bawaan si bapak.

Yang menyedot perhatian adalah ban belakang yang sudah lepas. Namun, sepeda itu tetap dipaksanya untuk melaju meski berisiko membahayakan dirinya.
Merasa kasihan, seorang pengendara mobil yang sekaligus merekam video kemudian terlihat memberikan sesuatu diduga uang kepada sang bapak bersepeda untuk membeli ban agar tidak berbahaya.

Setelah memasukkan benda itu ke saku bajunya, bapak yang disapa Pakde itu kemudian melajukan sepedanya dengan kencang hingga meninggalkan pengendara mobil yang merekamnya.
Usai diunggah, video ini kemudian viral di media sosial dan mengundang berbagai tanggapan dari warganet di kolom komentarnya.
Sebagian memberikan respon yang kocak saat melihat sepeda tanpa ban itu bisa berjalan, namun yang lainnya merasa kasihan melihat si bapak mengayuh sepeda yang sudah usang.
“ astaghfirullah kasian tapi ngakak juga, ga bahaya ta iku mas 😅,’ tulis akun @yaysusilo di kolom komentar.
“ mau sedih tapi ngakak😭😭,” tulis akun @dyaaa.
“ sakno yooo😂bgtu kerasx khdpan,” tulis akun @Diyah sby71.
“ semangat nya pakk,” tulis akun @falinblitar di kolom komentar.
“ bang stop dulu di bengkel sepeda,gantiin roda belakang+ban nya,kasian🥺,” tulis akun @yusuf djuliano.
@icankjayamontecarlo Semangat pak dee...samean iki ban complong digawe ae ws onk sedekah iku ndang gwe tuku ban oke
♬ suara asli - Gak bahaya ta
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam