Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Di Bawah Permukaan Air Laut (Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Profesor Universitas Florida bernama Joseph Dituri berencana tinggal 100 hari di bawah permukaan laut dengan kedalaman 30 kaki di sebuah underwater lodge.
Tujuan dari eksperimen ilmiah itu adalah untuk mengetahui bagaimana tekanan yang meningkat secara konstan memengaruhi tubuh dan pikirannya.
Sebelumnya, rekor dunia untuk hidup di bawah air diraih oleh dua ahli biologi Tennessee pada tahun 2014. Mereka berhasil hidup terendam selama total 73 hari.
Di awal bulan Maret ini, profesor Dituri yang juga disapa 'Dr. Deepsea ', telah pindah ke Jules' Undersea Lodge di Key Largo, sebuah hotel bawah laut dengan kedalaman 30 kaki di bawah permukaan laut.
Dia berencana untuk tinggal sampai 9 Juni 2023. Duturi, tim dokter serta ilmuwan lainnya berencana untuk melakukan serangkaian tes guna melihat bagaimana hidup di bawah air dalam waktu yang lama, apakah akan mempengaruhi tubuh dan pikiran manusia.
“ Tubuh manusia belum pernah berada di bawah air selama itu, jadi saya akan diawasi secara ketat,” kata Prof Dituri dalam keterangannya.
“ Penelitian ini akan memeriksa segala cara perjalanan ini berdampak pada tubuh saya, tetapi hipotesis nol saya adalah bahwa akan ada peningkatan pada kesehatan saya karena tekanan yang meningkat,” lanjut Dituri.
Dituri mendasarkan hipotesisnya pada temuan penelitian di mana sel-sel yang terpapar tekanan tinggi, berubah menjadi dua kali lipat dalam waktu lima hari.
Dituri dan rekannya di University of South Florida sekarang percaya bahwa tekanan yang meningkat dapat meningkatkan umur panjang dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan penuaan.
Agar air tidak masuk ke Undersea Lodge, udara harus terus-menerus dipompa ke ruang hidup, yang menciptakan tekanan sekitar 1,6 kali lipat dari permukaan bumi.
Selama 100 hari ke depan, profesor berusia 55 tahun itu akan rutin dikunjungi oleh tim medis. Mereka akan menjalankan serangkaian tes, termasuk panel darah, ultrasound, dan elektrokardiogram.
Dituri juga akan menjalani tes psikososial dan psikologis untuk memahami efek mental dari terjebak sendirian di bawah air untuk jangka waktu yang lama.
Sumber: Oddity Central
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya