Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Demonstrasi Anti-Islam Berujung Bentrok Di Oslo, Norwegia (dw.com)
Dream - Ibu Kota Norwegia, Oslo, digemparkan oleh bentrokan antar-massa. Pemicunya, unjuk rasa sekelompok orang membawa isu anti-Islam.
Massa anti-Islam yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok Stop Islamisasi Norwegia (Stop Islamization of Norway/SIAN) berkumpul di dekat gedung parlemen pada Sabtu pekan lalu.
Di sisi lain, ratusan orang dari kubu berlawanan juga berkumpul di dekat lokasi. Mereka menabuh drum dan meneriakkan, " Tidak ada rasis di jalanan kami."
Situasi memanas ketika seorang wanita anggota SIAN maju. Dia merobek Alquran lalu meludahi Kitab Suci Islam tersebut.
Wanita tersebut, yang sebelumnya didakwa dengan ujaran kebencian namun sudah dibebaskan, berteriak kepada pengunjuk rasa.
" Lihat, sekarang saya akan menodai Alquran," kata wanita tersebut.
Seketika bentrokan terjadi. Massa penentang isu rasis melempari kelompok SIAN dengan telur. Mereka juga berusaha melompati barikade kepolisian.
Beberapa massa juga menendang mobil polisi dan naik ke atas kendaraan. Untuk meredam massa, polisi menggunakan semprotan cairan lada dan gas air mata.
Polisi juga berusaha membubarkan dan mengakhiri demonstasi SIAN lebih cepat dari jadwal seharusnya. Atas insiden tersebut, sebanyak 29 orang ditahan dengan beberapa di antaranya masih di bawah umur.
Aksi protes di Norwegia muncul setelah insiden serupa terjadi di Malmo, Swedia pada Jumat. Para peserta demonstran bentrok dengan kepolisian dipicu aksi sejumlah aktivis sayap kanan yang membakar Alquran.
Sumber: DW