Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ridwan Kamil Di Tapos (Foto: Merdeka.com)
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapos Depok, Kamis 22 Oktober 2020.
Simulasi dilakukan untuk mengetahui hal detil pelaksanaan vaksin, mulai dari waktu yang diperlukan hingga jumlah SDM yang diperlukan. Disebutkan bahwa dalam simulasi diperlukan waktu selama 45 menit bagi warga yang divaksin.
" Yang pasti untuk pemantauan pasca vaksin saja 30 menit. Pendaftaran dan lainnya sekitar 15 menit. Jadi sekitar 45 menit-an," kata Emil, dikutip dari Merdeka.com.
Secara teknis, dalam simulasi tadi dijelaskan, penerima vaksin akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
" Urutannya kan tadi, dari mulai cuci tangan, ngecek surat-suratan, kemudian pemeriksaan kesehatan, kemudian dilakukan penyuntikan, terus ada protokol 30 menit setelah disuntik apakah ada reaksi langsung ya, nah itu juga proses," paparnya.
Emil juga ingin tahu berapa puskesmas yang diperlukan untuk memvaksin warga sasaran yang ada di Depok. Misal jumlah puskesmas yang ada di Depok tidak cukup maka akan digunakan lokasi lain misalnya gedung serbaguna.
" Kami melaksanakan simulasi karena kami ingin tahu, pertama apakah jumlah puskesmas di Depok dan Jabar ini cukup, jangan-jangan tidak cukup. Kalau tempat penyaluran vaksin tidak cukup, akan ada alternatif misalnya gedung serbaguna, gedung bulutangkis, semua harus kita sulap menjadi tempat pemvaksinan," ujarnya.
Setelah simulasi nanti akan ketahuan berapa kapasitas satu Puskesmas dalam memberikan layanan vaksin.
" Nah untuk tipe begini, itu satu hari kerja bisa melakukan pelayanan pemvaksinan berapa jumlahnya. Katakanlah 100 misalkan, ya sudah nanti kami hitung berapa jumlah puskesmas di Depok, dikalikan jumlah sasaran yg ditargetkan, jangan-jangan kekurangan atau cukup, tapi butuh waktu 1 sampai 2 bulan," ucapnya.
Setelah simulasi baru akan dilakukan evaluasi sehingga akan ketahuan berapa waktu yang akan dibutuhkan untuk memvaksin sasaran warga.
" Karena bapak ibu atau rekan media harus tahu, vaksinnya itu bukan disuntik sekali, tapi dua kali, jadi orang yang sama tadi disuntik vaksin, itu di hari ke-30, setelah dia disuntik vaksin harus datang lagi," katanya.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya