Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr Masdalina Pane, M.Si (Foto: YouTube BNBP)
Dream - Beberapa minggu terakhir, ditemukan adanya kluster pesantren penularan Covid-29. Potensi penularan Covid-19 di lingkungan pesantren memang sangat tinggi, ketimbang populasi umum di lingkungan rumah.
Pakar Epidemilogi dari Perhimpunan Profesi Ahli Epidemiologi Indonesia, Dr Masdalina Pane, M.Si menerangkan, santri sebagai populasi terbanyak di pesantren rentan tertular oleh dunia luar.
" Tapi kalau santri jarang terhubung dengan dunia luar, relatif aman. Saya lihat beberapa pesantren menerapkan sistem testing bahwa mereka bebas Covid," ujar Masdalina, dalam konferensi pers Kamis, 22 Oktober 2020.
Masdalina menerangkan, potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren bisa terjadi ketika ada pengunjung yang datang.
" Pesoalannya ketika ada pengunjung yang keluar masuk. Pengunjung tentu terpapar dengan populasi yang ada di luar yang memiliki risiko," ungkapnya.
Oleh karena itu, Perhimpunan Profesi Ahli Epidemiologi Indonesia telah melakukan upaya survailance terhadap para pengunjung pesantren atau close population, dengan memeriksakan kesehatan para santri.
" Maka ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh kita dibidang kesehatan. Misalnya survailance dan virus survei secara berkala. Karena itu kita juga mohon dukungan dari para santri dan pengurus pesantren jika ada puskesmas yang ingin melaksanakan survei untuk melihat kesehatan teman-teman," ungkapnya.
Dia meminta agar para santri bisa mendukung inisiasi tersebut. Santri juga harus segera melapor bila mengalami gejala yang mirip dengan Covid-19.
" Kalau para santri memiliki gejala, meskipun ringan, mohon untuk tidak disembunykan. Jadi laporkan kepada pengurus pesantren agar bisa dilakukan pemeriksaan," demikian Masdalina Pane.
Di tempat terpisah, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr. K.H Nasaruddin Umar, mengajak para santri untuk selalu berikhtiar melawan pandemi Covid-19.
" Segala penyakit itu berasal dari Allah SWT, tetapi ikhtiar itu juga perlu sesuai perintah Allah. Segala penyakit itu ada obatnya, berusaha mencari itu jalannya, jangan pasrah," jelas Nasaruddin.
Di masa pandemi seperti saat ini, Umar meminta agar komunitas santri tidak beriam diri untuk mencari solusi dalam mencegah penyebaran virus Corona.
" Santri itu harus proaktif seperti ketika santri melakukan komando jihad mengusir Belanda. Maka saat pandemi, santri pun harus bisa mnegusir Corona. Misalnya seperti berdoa dan menjadi contoh masyarakat untuk menerapkan porotokol kesehatan," lanjut Umar.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya