Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bocah Perempuan 8 Tahun Itu Akhirnya Bisa Dimakamkan. (Foto: Facebook)
Dream - Kemiskinan memang menjadi tantangan besar dalam menjalani kehidupan. Apalagi bagi mereka yang salah satu anggota keluarganya sakit keras.
Begitulah yang dialami seorang wanita Malaysia yang resah dan gelisah memikirkan anak perempuannya yang sedang nazak di rumah sakit.
Bimbang dengan keadaan itu, wanita yang dirahasiakan identitasnya itu memberanikan diri untuk menghubungi Sukarelawan Pengurus Jenazah Malaysia (SPJM).
Wanita itu menghubungi Ketua Eksekutif SPJM Muhammad Rafieudin Zainal Rasid lewat WhatsApp. Dia meminta bantuan menguruskan jenazah seandainya putrinya yang sakit meninggal dunia.
" Wanita itu menghubungi kami terlebih dahulu. Dia khawatir tidak bisa mengurus jenazah putrinya karena tidak punya uang," tulis Ketua Eksekutif SPJM, Muhammad Rafieudin di halaman Facebooknya.
" Wanita itu bilang 'Saya betul-betul tak ada uang untuk mengurus dia'," imbuh Muhammad Rafieudin mengutip kata-kata ibu itu sekitar pukul 6 petang.
Muhammad Rafieudin mengatakan, anak perempuan wanita yang menghubunginya itu berusia delapan tahun dan mengidap penyakit kronis sejak lahir.
" Anak perempuannya menghembuskan napas terakhir ketika azan Maghrib sedang berkumandang di Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan di Kuantan, Pahang," katanya.
Pria yang lebih dikenal sebagai Ustaz Rafie mengatakan tak ada informasi lanjut mengenai wanita yang menetap di Kuantan itu, maupun anak-anaknya yang lain, selain anaknya yang mengidap penyakit kronis itu.
" Dia kemudian menghubungi saya setelah anaknya meninggal dunia. Dia menangis dan mengharapkan bantuan kami untuk menguruskan jenazah anaknya," ujarnya.
Menurut Ustaz Rafie, biaya pengurusan jenazah bocah perempuan yang jumlahnya mencapai 400 ringgit (Rp1,4 juta) ditanggung oleh pihak SPJM.
Ustaz Rafie menambahkan jenazah bocah itu diurus oleh SPJM cabang Negeri Pahang sebelum dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Setali, Kuantan setelah Dzuhur pada Senin.
" Wanita itu telepon dan merasa bersyukur karena SPJM sudi membantunya. Terima kasih kepada para dermawan atas sumbangan yang diberikan selama ini.
" Semoga Allah SWT memudahkan urusan kita sebagaimana kita berusaha memudahkan urusan orang lain yang sedang dalam kesusahan. Amin," pungkas Ustaz Rafie.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya