Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ngeri, Tangan Pasien Covid-19 Berubah Bentuk Seketika Setelah Sembuh

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 13 Oktober 2020 15:40
Ngeri, Tangan Pasien Covid-19 Berubah Bentuk Seketika Setelah Sembuh
Sejak menderita COVID-19, Roweena Russell, mengaku mengalami perubahan dalam tubuhnya, termasuk bentuk tangannya.

Dream – Wanita asal North Shields, Roweena Russell, mengalami perubahan drastis setelah dinyatakan terinfeksi Covid-19. Russell bahkan mengaku otaknya sempat " hampir tidak berfungsi" dan mengalami pendarahan di mulut.

" Setiap hari saya merasakan sakit di dada dan ginjal, detak jantung saya berdegup kencang. Bahkan saya kerap mengalami pendarah di mulut hingga membuat mual sepanjang waktu," ujar Russell kepada Chronicle Live.

Sebelum sakit, Russell adalah sosok wanita yang aktif. Ia kerap melakukan handstands, cartwheel, dan bersepeda rutin hingga 60 mil. Namun kini ia kesulitan melakukan kegiatan lamanya karena kondisi tangan dan kakinya mengalami peradangan akibat Covid-19.

" Saya mengalami peradangan di tangan dan kaki saya. Tangan saya bahkan mengalami perubahan bentuk. Akhirnya sekarang saya mengubah pola makan demi mengembalikan kondisi tubuh seperti semula," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Alami Gejala Berkepanjangan

Pasien COVID-19 alami gejala berkepanjangan selama 6 bulan

Sebelumnya, Russell sempat mengalami gejala Covid-19 pada 9 April silam. Saat itu, dia susah napas dan merasakan kelelahan. Beberapa hari kemudian, gejalanya makin parah. Dia mulai kehilangan ingatan, muntah dan merasa pusing terus-menerus sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah 6 bulan berlalu, kondisi kesehatan Russell tampaknya tak menunjukkan perkembangan signifikan. Ia diduga mengalami gejala Covid-19 berkepanjangan, sehingga terus-menerus mengalami kondisi yang tidak mengenakkan.

Russell masih merasakan kelelahan, sesak napas, kehilangan ingatan, kurang konsentrasi, hingga nyeri otot, sendi, dan dada.

2 dari 2 halaman

Kondisi Kesehatan Drop

Perubahan bentuk tangan Russell sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) terinfeksi

Wanita 45 tahun itu juga mengaku kondisi tubuhnya sangat jauh berbeda sebelum terinfeksi Covid-19.

" Minggu lalu saya berjalan 6.000 langkah, dan saya butuh waktu tiga hari untuk pulih. Saya merasa sangat sulit untuk berkonsentrasi dan fokus. Energi seakan terkuras dan hanya merasa lelah," keluhnya.

Pada bulan September lalu, Russell sempat terbangun pukul 4 pagi dan merasakan nyeri dada parah. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit karena menunjukkan gejala serangan jantung.

Kini ia tengah menanti hasil pemeriksaan untuk mengetahui sejauh apa kerusakan tubuh yang dialaminya akibat Covid-19. " Saya khawatir akan mati perlahan karena komplikasi serangan jantung mendadak,” kata Russell.

Kondisi kesehatan yang dialami Russell rupanya bukan kasus langka. Ada banyak orang yang harus menderita karena gejala 'jangka panjang' Covid-19. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan King’s College, London, ada lebih dari 60.000 yang mengalami gejala serupa di Inggris selama lebih dari tiga bulan.

Sumber Mirror

Beri Komentar