Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pak Zainal, Gelandangan Tapi Tak Mau Mengemis. (Foto: Facebook)
Dream - Ungkapan yang sesuai untuk menggambarkan kisah berikut ini adalah tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima.
Kehidupan seorang kakek di Malaysia bernama Pak Zainal ini sungguh menyayat hati. Dia menjadikan halte bus sebagai rumahnya.
Kisah Pak Zainal ini dibagikan oleh Natipah Abu yang menjadi bagian tim sukarelawan yang bertugas mencari rumah layak untuk bapak tua itu.
Banyak yang merasa prihatin dengan kehidupan Pak Zainal. Tidak sedikit yang datang untuk mengulurkan bantuan kepada kakek yang menggelandang dan tinggal di halte bus itu.
Ketika ditanya oleh Natipah mengapa harus menggelandang, Pak Zainal mengungkapkan kisah masa silam yang cukup menyedihkan.
Menurut pengakuan Pak Zainal, dia memutuskan keluar dari rumahnya setelah ibu angkatnya meninggal dunia.
Ya, Pak Zainal ternyata hanya seorang anak angkat bagi sepasang suami istri yang selama hidup mereka sangat menyayanginya.
Namun setelah kematian keduanya, Pak Zainal sadar bahwa dia hanyalah seorang anak angkat. Dia merasa tidak layak untuk tinggal di rumah warisan orangtua angkatnya.
Sudah hampir satu tahun pria yang tidak pernah menikah dan hidup sebatang kara ini menjadikan halte bus sebagai tempat tinggalnya.
Bukan tidak ada yang mau membantu, tapi Pak Zainal selalu menolak bantuan yang datang.
Pak Zainal justru bertanya tentang lowongan pekerjaan kepada setiap yang datang kepadanya.
Tetapi Pak Zainal mungkin lupa, dalam keadaan yang menggelandang seperti itu, mustahil ada yang mau menerimanya bekerja.
Menurut orang-orang yang mengenalnya, Pak Zainal bukan tipe yang suka mengambil barang orang atau memiliki masalah kesehatan mental.
Apalagi usia Pak Zainal sudah senja. Tidak mungkin mempekerjakan orang yang sudah berusia lanjut seperti Pak Zainal.
Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan dibujuk, Pak Zainal akhirnya bersedia untuk pindah dan tinggal di rumah yang akan disediakan Natipah dan timnya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya