Cerita Tunawisma Terpaksa Runtuhkan Kastil yang Ia Bangun Sendiri dari Busa Daur Ulang

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 10 Januari 2023 17:36
Cerita Tunawisma Terpaksa Runtuhkan Kastil yang Ia Bangun Sendiri dari Busa Daur Ulang
David, mantan animator berusia 53 tahun dari Toulouse, Prancis, telah menjadi tunawisma lebih dari setahun.

Dream - Seorang pria tunawisma Prancis yang kehilanga  apartemen nekat membangun kastil sendiri dari busa daur ulang untuk tempat tinggal.

Butuh waktu lama dengan tingkat kesulitan tinggi untuk membangun kastil itu, namun kini ia harus merobohkannya begitu saja karena pihak berwenang memberitahu bahwa bangunan tersebut dapat menimbulkan bahaya.

Pria bernama David, mantan animator berusia 53 tahun dari Toulouse, Prancis, itu telah menjadi tunawisma lebih dari setahun.

Dia tidak punya pilihan selain tidur di tenda tepat di pinggiran Tournefeuille, sebuah kota di tepi Sungai Touch. Suatu hari, seorang wanita tua berhenti di depan tendanya dan berkata " itu tidak terlalu bersih" , jadi dia memutuskan untuk meningkatkan tempat tinggal sementaranya menjadi sesuatu yang lebih menarik secara visual.

1 dari 4 halaman

Menggunakan pengalamannya sebagai animator, dia dengan mantap membangun 'istana dongeng' untuk dari balok busa daur ulang dan mewarnainya dengan cat yang ditemukan di tempat sampah.

Tak lama kemudian, rumahnya menjadi daya tarik bagi anak-anak dan orang dewasa. Selain terus meningkatkan kastel busanya dengan menambahkan segala macam aksesoris, David juga menyelenggarakan lokakarya kreatif untuk anak-anak secara sukarela setiap hari Minggu.

Dia tidak pernah mengganggu siapa pun dan penduduk setempat tampaknya menyukai kastilnya yang indah. Beberapa terkejut mengetahui dia menggunakannya sebagai rumah, mengira itu adalah instalasi artistik yang dibayar pemerintah daerah.

Meski semua orang tampaknya kagum dengan bakat David, otoritas lokal tidak terlalu terkesan. Pada akhir tahun lalu, mereka mengirimi tunawisma hadiah yang tidak pantas, sepucuk surat yang memberi tahu dia bahwa dia perlu membongkar kastelnya secepat mungkin.

2 dari 4 halaman

Reaksi penduduk setempat telah meyakinkan para pejabat untuk memperpanjang tenggat waktu David, tetapi mereka bersikeras bahwa rumah pria itu harus dihancurkan.

" Itu terbuat dari busa, jadi jika terbakar, orang di dalamnya bisa mati dan api bisa menyebar," kata juru bicara balai kota Tournefeuille, menambahkan bahwa itu adalah tanggung jawab walikota untuk memastikan keselamatan warga kota.

Namun, penduduk setempat percaya bahwa pihak berwenang harus menemukan solusi lain untuk melestarikan 'istana ajaib' David yang sangat disukai anak-anak.

Sumber: Oddity Central, Laporan: Rena Safira

3 dari 4 halaman

Taman Hiburan Harry Potter Hadir di Tokyo Tahun Ini

Dream - Kabar bahagia buat para Potterhead kawasan Asia, karena di musim panas tahun ini kamu bisa menjelajahi dunia sihir Harry Potter karya JK Rowling di Nerima Ward, Tokyo, Jepang.

Studio tour kedua setelah London ini akan menghadirkan dua seri fasilitas hiburan 'Harry Potter' dan 'Fantastic Beast and Where to Find Them'.

Main-Main ke Resor Eksotis di Raja Ampat, Liburan Semakin Seru!

Mencakup area seluas 30.000 meter persegi yang kira-kira seukuran lima lapangan sepak bola, fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk bebas berkeliaran dan melihat properti, kostum, serta patung makhluk ajaib yang hadir di di museum film karya penulis Inggris J.K Rowling.

Di sini, para penggemar dapat merasakan sensasi sihir saat berjalan melalui set film yang dibuat ulang dengan tempat ikonik seperti Platform 9 ¾ dan Hogwarts Express.

Ilustrasi© Shutterstock

4 dari 4 halaman

Selain rangkaian produksi yang realistis, pengunjung juga dapat bermain alat peraga dan pameran interaktif yang memanfaatkan teknologi layar hijau untuk membawa kamu ke Sekolah Sihir dan Sihir Hogwarts.

Selain tur studio baru, dua stasiun kereta Tokyo, Toshimaen dan Ikebukuro akan direnovasi bertema dunia sihir menyerupai stasius stasiun kereta api Hogsmeade yang ada di buku Harry Potter.

Renovasi stasiun ini diproyeksikan akan selesai pada musim semi 2023.

Sumber: Have Halal Will Travel, Laporan: Rena Safira

Beri Komentar