Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nenek Rubisah Tinggal Di Gubuk Sendirian (hanyatauaja.blogspot.com)
Dream - Bagi sebagian orang, menjalani masa tua bersama anak dan cucu merupakan sebuah kebahagiaan. Sebagai orang lanjut usia, merupakan kewajaran jika dirawat oleh anaknya.
Kebahagiaan itu tidak dialami oleh Rubisah, 84 tahun di Medan, Sumatera Utara. Meski memiliki enam orang anak kandung, tidak ada satupun dari mereka yang merawat nenek itu. Alhasil Rubisah harus hidup terlantar dan tinggal di gubuk berukuran dua kali tiga meter.
" Saya memiliki enam orang anak, empat laki-laki dan dua perempuan, akan tetapi saya kini tinggal sendirian di rumah, mereka seperti tidak peduli sama sekali dengan saya," kata Rubisah.
Dia pun mengaku tidak mengetahui di mana keberaadaan enam buah hatinya itu. Sudah puluhan tahun dia merasakan hidup terlantar.
Rubisah mengaku dia pernah tinggal bersama anak-anaknya di Pulau Brayan, Medan. Dia terpisah dari anak-anaknya lantaran pindah ke Lubuk Pakam.
" Waktu di Medan, kita semua tinggal bersama-sama, anak-anak saya pun masih bersama saya. Akan tetapi setelah itu mereka sudah beranjak dewasa semuanya dan mereka pergi dan saya tidak tahu ke mana. Lama-lama pergi semuany dan saya ditinggal sendirian. Saya pun akhirnya ke Lubuk Pakam ini bersama dengan keluarga kakak kandung saya di rumah semi permanen dengan ukuran 2x3 meter," kata dia.
Gubuk yang ditempati Rubisah dihimpit dua rumah permanen. Gubuk itu tersembunyi di balik pohon pisang dan semak belukar.
Untuk makan sehari-hari, Rubisah hanya bisa mengandalkan belas kasihan dari tetangga.
Selengkapnya, baca pada tautan ini.
Kirimkan tulisan atau kisah yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya