Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Gedung Ambruk
Dream – Entah karena usia bangunan yang terlampau tua atau struktur tanah yang kurang kuat, kejadian gedung runtuh kembali memakan korban jiwa.
Kali ini sebuah restoran di wilayah China utara tiba-tiba saja runtuh pada Sabtu 29 Agustus 2020. Runtuhnya bangunan dua lantai di daerah Xiangfen tersebut terjadi tepat saat pesta perayaan ulang tahun ke-80 restoran itu.
Hingga Minggu 30 Agustus 2020, tercatat korban tewas bertambah hingga 29 orang. Akses menuju restoran pun langsung ditutup pemerintah setempat guna menemukan korban lainnya yang diduga masih terperangkap di reruntuhan.
Sebanyak 57 orang sudah berhasil diselamatkan dari restoran bernama Juxian tersebut. Puluhan lainnya mengalami luka ringan, dan 7 orang terluka parah.
Menurut China Global Television Network (CGTN), operasi penyelamatan baru saja diakhiri pada hari Minggu dini hari lalu. Pihak pemerintah setempat kini masih menyelidiki penyebab runtuhnya bangunan dua lantai tersebut.
Dari rekaman yang dilansir situs CGTN, pada mulanya atap restoran mulai ambruk dan membuat bangunan tersebut rata dengan tanah.
Tim penyelamat yang datang dengan pakaian berwarna oranye langsung menyisir reruntuhan untuk menemukan para korban yang masih terjebak.
" Ada sekitar 700 orang yang terlibat dalam operasi penyelamatan," demiliak laporan CGTN.
Di China, kejadian bangunan runtuh atau kecelakaan konstruksi memang bukanlah hal asing. Banyak pihak menyalahkan cepatnya pertumbuhan menjadi cikal bakal runtuhnya banyak bangunan di negara tersebut.
Pelanggaran aturan keselamatan dan proses pembangunan diduga menyalahi aturan-aturan yang berlaku.
Sebelumnya, pada Maret lalu, sebuah hotel di wilayah Quanzhou, China Selatan runtuh dan menyebabkan 29 orang tewas dan 42 korban lainnya terluka.
Menurut penyelidikan, pihak hotel melakukan penambahan tiga lantai secara illegal tanpa memperhatikan keamanan.
Sumber Channel News Asia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam