Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Molly (ABC News)
Dream - Kita harus berhati-hati bila berada di alam liar, terutama jika membawa anak-anak. Teliti lingkungan sekita, pastikan tak ada binatang buas atau berbosa mendekat.
Foto bocah asal Australia bernama Molly Dickinson berikut ini bisa menjadi pelajaran. Dia baru saja 'bersua' dengna ular paling mematikan di benua Kanguru itu.
Kisah itu terjadi saat Molly diajak sang bunda, Bianca Dickinson, menjemput sang kakak di pemberhentian bus, yang letaknya satu kilometer dari rumah mereka, di Kaniva, negara bagian Victoria, sekitar 400 km dari Melbourne. Saat sedang menunggu, Bianca memotret putrinya itu.
Molly berpose di bawah pagar kawat. Dia terlihat ceria. Dia tertawa lepas. Tapi siapa sangka, di bawah kaki Molly maut tengah mengintai. Seekor ular lewat di dekat kakinya, tanpa disadari oleh sang bunda.
Bianca memang tak menduga ada ular. Saat melihat ke arah putrinya dari lensa ponsel, dia menduga ular warna coklat itu sebagai kayu. Molly juga sama sekali tidak menyadari adanya ular tersebut, dan penuh senyum di dalam foto.
" Saya ketika itu melihat lewat lensa ke arah putri saya. Di sudut mata saya melihat semula saya kira batangn kayu," tutur Bianca, sebagaimana dikutip Dream dari ABC.

Namun, setelah memoto, Bianca merasa ada yang aneh. Bianca yang penasaran kemudian melihat kembali ponselnya. Dan menyadari bahwa yang dia sangka sebagai kayu itu ternyata adalah ular.
" Saya diam saja, dan untungnya Molly juga begitu, dan ular tersebut kemudian pergi," tambah dia.
Bianca mengatakan, biasanya dia mengecek tempat mereka biasa menunggu kepulangan putrinya, Imogen, yang berusia 13 tahun dari sekolah. Dan kali ini dia merasa bahwa di musim gugur, suhu sudah dingin sehingga ular tidak akan keluar lagi.
Bianca mengatakan, karena pengalaman tersebut, dia dan anak-anaknya begitu ketakutan. Saat ini, " tidak mau keluar untuk sementara."
" Saya masih tidak percaya, saya bahkan tidak berani melihat foto itu lagi, begitu menakutkan." katanya.
Bianca mengatakan, dia tidak tahu pasti bahwa ular dalam foto tersebut adalah ular coklat Eastern atau ular coklat raja. Kedua ular ini merupakan ular paling berbisa di Australia dan mereka yang digigit bisa tewas dalam bilangan menit saja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya