CONNECT WITH US!

Di Balik Kabar Telantarnya Jemaah Haji Indonesia, Ternyata...

Reporter : Eko Huda S | Jumat, 11 Agustus 2017 12:01
Sumber Foto: Kemenag.go.if
Kabar penelantaran tersebut menjadi viral di media sosial.

Dream - Beberapa hari ini kabar yang menyebut Slamet bin Toryeh, jemaah haji asal Jember, Jawa Timur, yang tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Surabaya (SUB 27), ditelantarkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), menjadi viral di media sosial. Namun setelah ditelusuri di lapangan, ternyata kabar tersebut tidaklah benar.

" Kami sejak awal kedatangan beliau ke Madinah sudah memonitornya. Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya," ungkap anggota Perlindungan Jemaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi, saat menemui Slamet bin Toryeh di kamar 802 Hotel Al-Mukhtarah Tower, Madinah, Kamis 10 Agustus 2017.

" Saya yang mengantarkan Pak Slamet ke Masjid Nabawi. Keadaannya memang begitu. Pak Slamet tidak kuat panas, pun tidak kuat dingin. Sehingga tidak kuat kalau dibawa ke dalam Masjid," lanjutnya.

Menurut Alpan, Slamet tadinya ngotot untuk menjalani Arbain di tengah keterbatasan yang dimilikinya. Dia merasa ibadah hajinya kurang afdlal jika tidak menjalani Arbain. Setelah diberi penjelasan, Slamet tidak ngotot lagi dan memilih untuk beribadah di hotel ditemani istrinya yang tampak sabar dan setia menunggu.

Jemaah berusia 70-an tahun ini menderita penyakit stroke sejak 3,5 tahun lalu, sehingga tidak bisa berdiri tegap lagi. Dia membutuhkan bantuan kursi roda untuk kegiatan ibadah di luar hotel.

" Saya langsung yang beberapa kali antar beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini kalau di dalam masjid tidak kuat AC, sedangkan di luar masjid tidak kuat panas. Saya selalu tanya beliau mau salat di mana, lalu saya antar," tambah Alpan.

Sementara, Slamet mengaku memang tidak tahan panas. Dia juga tidak tahan dingin. " Badan suka terasa sakit semua," katanya dalam bahasa Madura. Slamet pun kini memilih untuk melaksankaan ibadahnya di hotel dan tidak memaksakan diri ke Masjid Nabawi. Dia ditemani istrinya, Juwaria Nino.

Dokter kloter SUB 27, Gini Wuryandari, juga membantah ada penelantaran jemaah atas nama Slamet bin Toryeh. Menurutnya, jemaah tersebut sudah sejak awal mendapatkan pendampingan petugas haji.

" Dari embarkasi sudah kami fasilitasi dengan kursi roda. Sejak naik bus sampai naik pesawat kami dampingi. Bahkan didudukkan di kelas bisnis bersama istrinya," tutur Gini.

Begitu juga di Bandara AMAA Madinah. Jamaah dibawa dengan kursi roda dan didahulukan Petugas Haji Daker Bandara saat pemeriksaan imigrasi. " Sampai di kamar kami juga melakukan visitasi sehari sekali. Mungkin jamaah yang lain tidak melihat kami mengunjungi Pak Slamet, karena sedang salat di Masjid Nabawi," tuturnya.

Sumber: kemenag.go.id 

Afif Kalla Menikah - Raditya Dika Lamaran