Sebelum Jatuh, Kecepatan Lion Air JT610 Capai 1000 Km per Jam?

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 4 November 2018 14:16
Sebelum Jatuh, Kecepatan Lion Air JT610 Capai 1000 Km per Jam?
Diduga menukik dan mencapai kecepatan 1.000 kilometer per jam.

Dream - Kondisi pesawat Lion Air PK-LQP tujuan Jakarta-Pangkalpinang, dengan registrasi JT610, tak ada yang utuh. Puing-puing pesawat, barang-barang, hingga tubuh penumpang pesawat Lion Air JT610 perlahan ditemukan tim gabungan.

Hanya bagian roda dan turbin yang ditemukan dalam potongan besar. Sempat beredar dugaan pesawat itu meledak namun belakangan dibantah banyak pihak, di antaranya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan tim Disaster Victim Identification (DVI).

Sejumlah ahli asing menduga, pesawat itu hancur karena menghantam lautan. Dikutip Liputan6.com, dari Straits Times, Lion Air JT610 diduga menukik ke bawah dan secara tiba-tiba meluncur dengan kecepatan diduga mencapai 1.000 kilometer per jam (km/jam) atau lebih.

Berdasarkan analisis data situs pemantau penerbangan, FlightRadar24, sesaat sebelum Boeing 737 MAX 8 tersebut menghantam laut, bagian hidung membentuk sudut 45 derajat di bawah cakrawala.

Menurut mantan penyelidik Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB), Scott Dunham, pesawat jatuh dengan posisi menukik membentuk sudut yang curam.

Meski begitu, dugaan mengenai posisi dan kecepatan jatuhnya pesawat ini harus tetap menunggu hasil data yang terrekam dalam flight data recorder (FDR). Saat ini, FDR masih dianalisis oleh para penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sumber: Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty

1 dari 3 halaman

Hasil Investigasi Kemenhub terhadap Boeing 737 Max 8 Milik Lion Air

Dream - Pesawat komersial milik Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober lalu menggunakan Boeing 737 Max 8.

Dilansir Liputan6.com, hanya dua maskapai yang menggunakan Boeing 737 Max 8 di Indonesia. Mereka adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.

Menurut pihak Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, pesawat Lion Air yang jatuh dan menewaskan seluruh penumpangnya itu dinilai masih layak beroperasi.

" Kita melaksanakan beberapa inspeksi kemudian juga ada rem inspeksi khusus 737 seri 8 Max, dan sampai dengan saat ini semua hasil inspeksi yang telah di lakukan kesimpulannya adalah memenuhi standar kelayakudaraan. Dan pesawat tersebut dalam posisi operasi," kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018).

Sukarno menambahkan, terdapat 11 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang ada di Indonesia, yaitu 1 dioperasikan Garuda Indonesia dan 10 dimiliki Lion Air.

 

2 dari 3 halaman

Pengawasan Intensif

Setelah terjadi kecelakaan yang menimpa Lion Air JT610, pihak Kemenhub akan terus melakukan pengawasan di lapangan secara intensif terhadap pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia.

Termasuk auditing dan inspeksi yang akan tetap dilakukan walaupun jadwalnya berubah-ubah setiap bulan.

" Pihak kami secara rutin juga melakukan pemeriksaan tahunan terkait aerodinamis pesawat," ujar Sukarno.

3 dari 3 halaman

Pengecekan Rem

Kata Sukarno, pihak otoritas bandara juga sudah melakukan pengecekan rem terhadap Boeing 737 Max 8.

" Sampai dengan saat ini memang Indonesia terus semakin menjaga keselamatan penerbangan," katanya.

Ada beberapa standar internasional yang sudah tercapai. Audit safety juga sudah diatas 80 persen.

" Baik kategori 1, audit safety yang dilaksanakan montreal juga sudah diatas 80 persen. Kemudian sampai dengam saat ini kita sudah dinyatakan dilepas dan dilakukan 100 persen," pungkas Pramintohadi.

Menurut pihak Lion Air, Boeing 737 Max 8 termasuk pesawat komersial jenis terbaru. Penggunaan pesawat ini diumumkan Lion Air pada Juli 2017.

Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyebut, pesawat Lion Air JT610 itu tergolong baru. Pesawat itu baru digunakan Lion pada Agustus 2018.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar