Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo Menjelaskan Kondisi Korban (Foto: Japan Times)
Dream - Topan Hagibis di Jepang menyisakan duka mendalam. Seorang wanita lanjut usia asal Iwaki, Prefektur Fukushima dilaporkan meninggal dunia saat proses evakuasi menggunakan pesawat.
Wanita berusia 77 tahun asal Iwaki yang tak disebutkan namanya itu, seperti dilaporkan Japan Times, meninggal setelah terjatuh dari ketinggian 40 meter saat dievakuasi menggunakan helikopter.
Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo, Hirofumi Shimizu, mengatakan perempuan itu jatuh karena tim penyelamat tidak menempelkan tali pengaman dengan benar.
Dia meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. " Kami sangat menyesal telah melakukan prosedur yang salah," kata Hirofumi Shimizu.
Menurut dinas pemadam kebakaran, dua personel terbukti bertindak keliru dalam operasi penyelamatan. Saat itu, perempuan yang hendak diselamatkan dibungkus dalam bentuk tas dan diangkat ke helikopter dengan tali.
Topan Hagibis menyebabkan banjir dan kerusakan di sejumlah wilayah. Sebanyak lebih dari 69 orang dilaporkan meninggal dunia.
Topan ini disebut sebagai topan paling kuat yang melanda Jepang dalam beberapa dekade. Selain banjir, topan juga menyebabkan tanah longsor serta pemadaman listrik dan air di berbagai bagian negara.
Sebanyak 146 longsoran lumpur dilaporkan di 19 dari 47 prefektur di negara itu.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan, tidak ada rencana memperlambat operasi penyelamatan. Sekitar 110.000 polisi, penjaga pantai, petugas pemadam kebakaran dan personel Pasukan Bela Diri terlibat operasi penyelamatan.
Dream - Banjir menjadi tantangan tiap kota. Gaya hidup masyarakat dan pengelolaan sampah akan menjadi kombinasi penting menjaga kota bebas dari banjir.
Tapi, terkadang, banjir juga dapat terjadi karena cuaca buruk. Baru-baru ini di Jepang, seorang warganet @kii_xs, membagikan dampak banjir akibat Topan Hagibis.
Dalam foto yang diunggah di Twitter itu tampak genangan air bersih. Tak ada sampah yang mengambang di jalanan.
" Flooding in Japan is a very clean," tulis akun tersebut.
Flooding in Japan is a very Clean ���#PrayForJapan pic.twitter.com/59VDm7iHRp
— Gula Pasir (@kii_xs)October 12, 2019
Kondisi itu memicu komentar warganet. Reaksinya pun beragam dan terkesan kocak.
" Kalau di Indonesia banjirnya coklat banget kaya es milo," tulis seorang warganet.
" Banjir rasa matcha," tulis warganet lain.
" Di Indonesia banjir sebening itu udah gua keknya bakal mau aja renang di jalan," kata warganet lain.
Dilaporkan Japan Times, serangan Topan Hagibis di Jepang menyebabkan 35 orang meninggal dunia dan 17 orang lain hilang.
Sejumlah prefektur terdampak banjir, diantaranya Nagano, Niigata, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, Kanagawa dan Saitama. Kondisi ini membuat negara berduka.
" Saya menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang meninggal dunia dan memberikan simpati kepada mereka yang terkena dampak Topan (Hagibis)," kata Perdana Menteri, Shinzo Abe.
Kerusakan dan korban jiwa bisa lebih buruk seandainya reaksi warga lambat.
Ketika Hagibis mendekat, pihak berwenang mendesak warga " untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk meningkatkan peluang bertahan hidup."
Warga menimbun air, makanan, dan persediaan lainnya, membuat banyak rak supermarket kosong. Operator transportasi umum mengumumkan rencana untuk menunda layanan beberapa hari sebelumnya karena masalah keselamatan dan upaya untuk mencegah kekacauan di pusat transportasi.
Dream - Hujan es melanda Mekah, Arab Saudi, Senin sore waktu setempat. Sebagian kawasan Mekah, terutama terowongan Mina, mengalami banjir.
Aktivitas jemaah haji pun terhambat sementara karena banjir. Meski demikian, petugas haji memastikan hujan yang melanda Mekah tidak berdampak pada tenda jemaah.
" Petugas siaga di pos masing-masing untuk memastikan kondisi aman dan layanan jemaah berjalan sebagaimana biasanya," ujar Kepala Satuan Operasional Arafah-Muzdalifah-Mina, Jaetul Muchlis, dikutip dari kemenag.go.id.
Hujan yang turun di Mekah relatif sebentar. Meski begitu, Mekah tetap kebanjiran karena saluran air tidak dirancang untuk menampung air hujan dalam jumlah banyak.
" Dampak hujan berupa sampah di jalanan karena kantong-kantong sampah hanyut," kata Muchlis.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo, para jemaah terlihat berkerumun di ujung terowongan Mina. Air dari jalanan melaju deras dan masuk ke dalam terowongan.
Sejumlah petugas berompi melakukan evakuasi terutama kepada jemaah lansia dan pengguna kursi roda. Sementara jemaah lainnya memilih menunggu air surut.
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar, mengunggah video saat Mekah dilanda hujan es dan banjir. Video tersebut diambil dari salah satu penginapan di sudut Mekah.
" Hujan sebentar saja, banjir. Karena itulah Allah tidak menurunkan hujan lama di sini karena kalau lama bisa berat sekali," kata Aa Gym.
Aa Gym tengah berada di sebuah penginapan bersama rombongan jemaah haji. Mereka transit di penginapan tersebut setelah melakukan tawaf ifadah.
Setelah hujan reda, rombongan Aa Gym kembali Mina. Mereka akan melempar jumroh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya