Muhammadiyah: CrossHijaber Jangan Dibesar-besarkan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 15 Oktober 2019 19:01
Muhammadiyah: CrossHijaber Jangan Dibesar-besarkan
Muhammadiyah mendesak Polsi memastikan siapa pelaku Cross Hijaber dan motifnya.

Dream - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengajak masyarakat untuk tak membesar-besarkan peristiwa crosshijaber yang sedang viral di media sosial. 

" Tidak usah dibesar-besarkan," ujar Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

Dia menjelaskan, pelibatan polisi dalam penyelidikan kasus cross hijaber sejatinya bukan untuk menetapkan pelakunya sebagai tersangka. Tapi, lebih kepada mengidentifikasi pelaku untuk mengetahui ada tidaknya gangguan psikologis atau tidak.

" Penyelidikan Polri itu bukan menjadikan mereka pelaku tindak kriminal, tapi memastikan siapa mereka, apa motifnya," ucap dia.

Selain meminta keterangan kepada orang terdekat pelaku, kata dia, polisi juga bisa menganalisa perilaku pelaku cross hijaber ini melalui media sosialnya.

" Bisa melacak karena mereka punyan akun media sosial. Secara teoritik polisi tahu kan," kata dia.

1 dari 5 halaman

MUI: Ulah Pelaku Crosshijaber Ancam Privasi Perempuan

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai fenomena crosshijaber, para lelaki yang berpakaian lelaki, sebagai tindakan berbahaya. MUI mendesak agar kepolisian menindak setiap orang yang melakukan aksi tersebut.

" Kan bahaya, seorang lelaki menyerupai perempuan dengan menggunakan hijaber, cadar. Itu kan berbahaya sekali bagi komunitas perempuan," kata Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, kepada Dream, Senin, 14 Oktober 2019.

Masduki mengatakan, kondisi berbahaya itu karena para lelaki yang berpakaian hijab bisa masuk ke area privasi perempuan. Kondisi itu bisa mengancam diri perempuan.

" Itu bisa macam-macam kepentingan di situ. Sangat berbahaya," ucap dia.

Masduki menyebut, tindakan itu tidak hanya melanggar ajaran agama. Dalam hukum positif, kata dia, tindakan itu juga terlarang.

" Polisi harus melakukan tindakan tegas untuk melarang itu. Karena itu ancaman buat perempuan," kata dia.

2 dari 5 halaman

Geger Fenomena Crosshijaber, MUI: Itu Penyimpangan

Dream - Fenomena crosshijaber menjadi perhatian sejumlah di media sosial. Fenomena itu menyoroti tingkah para lelaki yang menggunakan hijab, bahkan bercadar, dan masuk ke area privasi perempuan.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, menilai aksi tersebut jelas sebagai aksi penyimpangan agama.

" Ya itu penyimpangan. Agama kan jelas melarang seorang laki-laki lalu meniru-niru sikap seorang perempuan," kata Masduki, kepada Dream, Senin, 14 Oktober 2019.

Dia berharap, fenonema semacam ini dapat dibendung dengan bimbingan agar proses penyimpangan tidak membesar.

" Kalau sudah membesar itu akan repot," ujar dia.

Masduki mengatakan, kondisi semacam itu akan merepotkan tatkala menjadi budaya pop.

" Tren budaya sosial itu kan yang membahayakan itu. Maka harus dicegah, dilakukan pendekatan dan bimbingan," kata dia.

3 dari 5 halaman

Geger Cross Hijaber, Pria Pura-pura Jadi Hijaber Masuk ke Area Khusus Wanita

Dream - Dunia maya sedang dihebohkan fenomena Cross Hijaber. Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Cross Hijaber. Rupanya ada komunitas, pria-pria yang suka berdandan layaknya wanita berhijab.

Mereka menggunakan baju muslim, dan seringkali model panjang dan lebar ala pakaian syar'i. Lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga seringkali tak ada yang tahu kalau sebenarnya mereka adalah pria.

 CrossHijaber

Hal yang mengerikan dan bikin heboh adalah, pelaku-pelaku cross hijaber ini masuk ke area-area khusus perempuan. Seperti masjid, kamar mandi dan area lain.

4 dari 5 halaman

Nekat

Para pelaku cross hijaber ini cukup nekat. Justru kekhawatiran akan terungkapnya identitas membuat mereka makin tertantang. Terutama untuk berpakaian seperti muslimah seutuhnya.

 CrossHijaber

" Kalo aku aku pribadi kenapa harus takut? kenapa harus ragu? kalau kalian masih takut atau ragu, mendingan udahan deh nerusin hobby jadi cder. Sebenarnya berani iu bukan modal yang utama. Modal yang paling penting itu niat,"  ungkap salah satu pelaku yang, akunnya ramai diperbincangkan di media sosial.

5 dari 5 halaman

Lebih Waspada

Fenomena ini tentu saja membuat banyak perempuan merasa tak aman. Apalagi cross hijaber ini masuk ke area privat perempuan.

 CrossHijaber

" Naudzubillah Himindzalik hati hati saudariku Akhwat, sekarang lagi musim lelaki yang menyamar jadi Akhwat, dan yang lebih parahnya sampe ia berani masuk ke dalam masjid, ke wc Akhwat dan duduk bersama di majelis ilmu dengan rombongan Akhwat dengan menggunakan gamis dan cadar mereka juga berkomunitas, entah apa tujuannya di sini tapi ini sangat mengganggu sekali,"  tulis akun @denibedil, memperingatkan.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik