Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Wafat Berbulan-Bulan, Jasad Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar

Reporter : Nabila Hanum
Minggu, 9 April 2023 16:00
Wafat Berbulan-Bulan, Jasad Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar
Namun, ia mempertahankan "kehidupannya" dengan bantuan alat selama lebih dari empat bulan demi bisa melahirkan bayi kembarnya.

Dream – Pepatah kasih ibu sepanjang masa tampaknya tepat untuk menggambarkan pengorbanan ibu yang satu ini. Sang ibu rela berkorban nyawa demi kehidupan buah hatinya. 

Wanita bernama Frankielen da Silva Zampoli Padilha itu meninggal dunia beberapa bulan sebelum kelahiran anaknya. 

Namun, ia mempertahankan " kehidupannya" dengan bantuan alat selama lebih dari empat bulan demi bisa melahirkan bayi kembarnya.

Setelah 123 hari, bayi kembar tersebut dilahirkan lewat operasi Caesar.

1 dari 4 halaman

Pada Oktober lalu, Frankielen dinyatakan mati otak setelah terkena serangan stroke. Padahal, saat itu tengah hamil 9 minggu.

Setelah diperiksa dokter, pendarahan serebral di otaknya tak mempengaruhi janin kembarnya.

Karena itu, dokter memutuskan untuk mempertahankan detak jantung janin di kandungan Frankielen hingga siap dilahirkan 123 hari kemudian, saat usia kandungannya mencapai 7 bulan.

2 dari 4 halaman

Bayi kembar tersebut kini dirawat oleh ibu sang suami, Angela Silva, saat ayah mereka bekerja.

Suami Frankielen, Padilha, mengungkap bahwa saat masa kritis, istrinya menelepon memintanya untuk segera pulang dari kebun.

Mendengar hal tersebut, Padilha langsung kembali untuk menemani istrinya. Saat itu sang istri mengaku mengalami sakit kepala tak tertahankan.

Namun saat Padilha tiba di rumah, Frankielen sudah ditemukan dalam keadaan bergetar, muntah-muntah, menangis, dan lunglai.

3 dari 4 halaman

“ Ia juga bilang bahwa saya harus siap dengan segala kemungkinan. Ia mengatakan akan dirawat di rumah sakit dan tidak akan pulang ke rumah hari itu,” ujar Padilha dikutip dari nypost

Menurut Padilha, kalimat terakhir sang istri membuatnya terharu. “ Aku rasa anak perempuan kita akan hidup.”

Setelah tiga hari menjalani berbagai pemeriksaan otak, dokter menyatakan bahwa otak Frankielen telah mati.

Saat itu, dokter mengatakan bahwa anak kembar di kandungan tidak dapat diselamatkan lagi.

4 dari 4 halaman

Namun, berbagai perkembangan medis selanjutnya membuat keputusan dokter berubah.

Ibu yang telah dinyatakan mati otak tersebut ternyata bisa mempertahankan janinnya hingga usia kandungan tujuh bulan.

Hal tersebut membuat peristiwa ini menjadi sejarah di dunia medis. Jangka waktu 123 hari adalah masa terlama penggunaan alat bantu penunjang hidup dalam sejarah manusia.

Bahkan, setelah kematian Frankielen, hati dan ginjalnya disumbangkan untuk membantu mereka yang membutuhkan transplantasi organ.

Laporan: Cika Puspita

Beri Komentar