Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Imam Nizam Ul Haq Thanvi Berdoa Di Parlemen Selandia Baru (Foto: TVNZ)
Dream - Doa imam Nizam ul haq Thanvi membuka sidang pertama parlemen Selandia Baru sejak serangan teror di Masjid Al Noor, Christchruch. Doa itu ditujukan untuk korban serangan teror tersebut.
Para politisi berdiri dengan diam ketika doa berbahasa Arab itu dilantunkan. Doa dalam bahasa Inggris kemudian disampaikan oleh Tahir Nawaz.
Politisi dari kedua sisi DPR Selandia Baru bersatu dalam memberikan penghormatan kepada korban meninggal dunia dalam serangan mengerikan mengerikan di Jumat, 15 Maret 2019.
Ketua DPR Selandia Baru, Trevor Mallard, menguraikan apa yang akan terjadi di parlemen hari ini dan besok setelah serangan itu.
"Saya telah meminta sekelompok pemimpin agama untuk datang ke parlemen dengan saya sebagai tanda persatuan dan kebersamaan. Jadi, periode doa kita hari ini akan sedikit diperpanjang," kata Trevor, dikutip dari TVNZ, Selasa 19 Maret 2019.
Setelah berdoa, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, membuat pernyataan tentang aksi terorisme Christchurch. Dalam video yang dibagikan warganet di Twitter, Jacinda membuka pidato dengan salam.
"Assalamualaikum. Damai menyertaimu dan kalian semua," kata Jacinda.
Dalam pidatonya, Jacinda menyebut serangan teror itu sebagai peristiwa terkelam dalam hari-hari Selandia Baru. Para korban, kata dia, merupakan anak-anak, orang tua, para warga Selandia Baru (New Zealanders).
"Karena mereka adalah kita, kita sebagai bangsa menjaga dan peduli terhadap mereka." ujar dia.
Dalam pidatonya, Ardern juga menyampaikan tak akan menyebut nama pria Australia itu dan meminta yang lainnya melakukan hal yang sama.
New Zealand prime minister Jacinda Ardern opening her address to Parliament today: "As-salamu alaykum, peace be upon you, and peace be upon all of us." pic.twitter.com/tFnXxXoL7e
— Anna Fifield (@annafifield)March 19, 2019
"Dia mungkin mencari ketenaran, tetapi kita di Selandia Baru tidak akan memberinya apa pun, bahkan namanya," tegasnya.
"Dia seorang teroris. Dia seorang kriminal. Dia seorang ekstremis. Tapi dia, ketika saya berbicara, menjadi tak bernama," ujar dia dikutip dari SBS News.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

