7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Islamic Foundation Di Praha (www.beautifulmosque.com)
Dream - Polisi Ceko menahan sekitar 20 orang yang tengah berada di Islamic Centre Praha, Ceko, pada Jumat pekan lalu. Salah seorang di antaranya adalah Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Ceko, Wahono Yulianto.
Kala itu, Wahono dan sejumlah pegawai kedutaan RI di Praha tengah mengikuti salat Jumat di masjid. Saat itu ada seratus orang yang berada di masjid tersebut. Menurut Wahono, mendadak petugas bersenjata memasuki masjid dan menyuruh semua orang tetap di dalam masjid.
" Beberapa orang ingin berunding dengan mereka, tapi mereka tak mau merundingkan apapun," kata Wahono dilansir romea.cz, Senin 28 April 2014.
Polisi Ceko menolak untuk melepaskan Wahono dan pegawai Kedubes RI untuk Ceko. Padahal Wahono telah menunjukkan identitas diplomatik mereka. Mereka ditahan di dalam masjid selama satu setengah jam.
Kedutaan Besar Indonesia tengah menyiapkan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Ceko. " Kami meminta polisi pemerintah Ceko menghargai kedutaan, diplomatnya, dan staf yang menyertainya," ujar seorang staf Konsulat Indonesia di luar masjid.
Setelah sempat ditahan di dalam masjid, mereka kemudian dibebaskan. Sejumlah orang yang dibebaskan terlihat jengkel karena tidak mengerti alasan mengapa mereka ditahan. Sebab mereka berada di masjid itu hanya sekedar untuk salat Jumat. Organisasi Islam di Praha pun mengutuk tindakan polisi Ceko itu.
Setelah penggerebekan itu, Unit Deteksi Organisasi Kriminal kepolisian Ceko menahan seorang penulis buku " The Bases of Tauhid: The Islamic Concept of God" . Buku itu dituding berisi tentang rasisme, anti-semit, xenophobia, dan kekerasan terhadap minoritas.
Namun, kepolisian Ceko belum mengungkap identitas penulis buku itu. Polisi hanya menyebut penulis buku itu berusia 55 tahun dan merupakan warga negara Ceko. Penulis buku itu diancam hukuman 10 tahun penjara.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?