Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Reuters
Dream - Panel lintas agama di New York menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana penayangan film dokumenter di Museum Nasional 11 September, New York. Menurut mereka film berjudul " The Rise of Al Qaeda" itu bisa menyinggung umat Islam. Sebab film tersebut bisa menimbulkan prasangka terhadap Islam dan pemakaian istilah jihad yang keliru.
Seperti dikutip The New York Times, film berdurasi tujuh menit itu menjelaskan akar sejarah serangan dan ideologi teroris. Dalam film itu juga menunjukkan fitur gambar dari kamp-kamp pelatihan teroris dan serangan terror lainnya. Film ini nantinya akan diputar dan bisa ditonton oleh setiap pengunjung museum. Anggota panel lintas agama itu khawatir setiap pengunjung meninggalkan museum akan membawa prasangka buruk tentang Islam.
“ Pemutaran film ini akan sangat menyinggung perasaan muslim lokal maupun pengunjung muslim dari Negara asing yang dating ke museum," kata Sheik Mostafa Elazabawy , Imam Masjid Manhattan yang juga anggota panel agama, 24 April 2014. Menurut Mostafa, pengunjung yang tidak faham perbedaan antara Al Qaeda dan Muslim akan berprasangka buruk setelah menonton film ini.
Namun pihak museum menolak saran tersebut dan tetap akan memutar film ini. " Sejak awal kami memiliki tanggung jawab yang sangat berat untuk jujur pada fakta-fakta, bersikap objektif , dan sama sekali tidak menuding agama ketika kita berbicara tentang kelompok teroris," kata Joseph C. Daniels, presiden organisasi yang mengawasi museum. Menurutnya film ini sudah mendapat persetujuan sejumlah ulama. Museum ini sendiri dijadwalkan akan mulai dibuka untuk umum 21 Mei mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya