Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi Pemberian Vaksin AstraZeneca Non Batch CTMAV (Foto: Freepik.com)
Dream - Polemik vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 kini sedang dalam proses investigasi pengujian keamanannya. Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan vaksin AstraZeneca nonbatch CTMAV547 tetap diberikan kepada masyarakat, khususnya yang baru sekali menerima dosis, supaya mencapai kekebalan individu yang sempurna dengan dua dosis.
" Saat ini program vaksinasi sudah menjalani tahap 3 yang diawali di provinsi DKI Jakarta dan selanjutnya bertahap, pada bulan Juni (2021) program ini bisa dilaksanakan di kota-kota lainnya," tutur Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dalam keterangan pers di Graha BNPB, Kamis 20 Mei 2021.
Menurutnya, vaksinasi tersebut nantinya akan segera dilakukan di beberapa kota lain yaitu, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Pada tahap ke tiga ini akan memprioritaskan warga lanjut usia yang merupakan kelompok rentan dari aspek sosial serta ekonomi.
Diketahui, pemerintah melalui Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) kini masih menginvestigasi adanya dugaan efek samping fatal dari vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Investigasi yang dilakukan ialah pengujian toksisitas dan abnormal serta sterilisasi dari vaksin tersebut.
Vaksin ini memang memiliki efek yang bersifat ringan, pengananannya pun bisa dilakukan oleh fasilitas kesehatan terdekat. Wiku menambahkan, setiap temuan di lapangan terkait efek dari vaksi akan terus ditindaklanjuti secara berjenjang di faskes terdekat, Pokja KIPI kabupaten/kota, Komda KIPI, Komnas PP KIPI hingga Subdit Imunisasi Badan POM
" Mohon masyarakat tidak ragu melaporkan keluhan dari vaksinasi. Karena setiap laporan yang masuk akan sangat bermanfaat bagi pelaksanaan vaksinasi kedepannya di Indonesia maupun secara global," jelas Wiku, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin yang paling aman. Hal ini terbukti dengan lebih dari satu miliar dosis vaksin sudah diterima oleh masyarakat di seluruh dunia.
WHO menegaskan vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko penularan COVID-19 yang sangat serius, termasuk kematian, rawat inap, dan penyakit parah.
Selain itu, vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO. Kemudian juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari otoritas kesehatan di 70 negara di dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia.
Vaksin yang diproduksi di Inggris, Itali, Korea Selatan, dan India ini, merupakan salah satu dari 3 jenis vaksin COVID-19 yang digunakan dalam program vaksinasi nasional pemerintah Indonesia saat ini.
Namun, meskipun vaksin ini efektif, namun masyarakat tetap perlu menjalankan disiplin protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitias.
Dengan mensukseskan vaksinasi dan juga menerapkan disiplin protokol kesehatan 5M, diharapkan pandemi Covid-19 ini akan segera usai. Sehingga roda ekonomi dan aktivitas lainnya bisa kembali normal.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?