Ditemukan, Benteng 3.200 Tahun yang Dibangun untuk Cegah Bangsa Palestina

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 3 September 2020 17:01
Ditemukan, Benteng 3.200 Tahun yang Dibangun untuk Cegah Bangsa Palestina
Benteng ini diduga dibangun orang Mesir Kuno untuk mengatasi masalah geopolitik ketika itu.

Dream – Baru-baru ini arkeolog Israel berhasil menemukan benteng berusia lebih dari 3.200 tahun. Galon Fortrees atau Benteng Galon diyakini dibangun oleh orang-orang Mesir Kuno pada pertengahan abad ke-12 SM. Diduga benteng ini berfungsi untuk menghalau orang-orang Palestina.

Diketahui orang-orang Mesir Kuno membangun struktur bangunan militer itu untuk mencegah perampokan yang dilakukan oleh orang-orang Palestina.

Dikutip dari Daily Star, benteng itu ditemukan oleh para relawan yang bergabung dengan Israel Antiquities Authority (IAA) untuk melakukan penggalian di dekat Kibbutz Galon yang berada pada 70 kilometer sebelah selatan kota Yerussalem.

1 dari 4 halaman

Struktur Benteng

Ilustrasi© Israel Antiquities Authority/via Daily Star

Benteng itu dijuluki Benteng Galon karena strukturnya berukuran 18x18 meter dengan memiliki menara pengawas pada keempat sudutnya. Sedangkan ambang pintu masuk terbuat dari batu besar seberat tiga ton.  

Benteng ini juga memiliki halaman yang dipasang dengan lempengan-lempengan batu. Arkeolog juga menemukan ratusan bejana tembikar kuno di dalam benteng.

Beberapa bejana di antaranya masih terlihat utuh. Diduga bejana tembikar kuno itu digunakan dalam upacara keagamaan.

2 dari 4 halaman

Benteng Pertahanan

Ilustrasi© Israel Antiquities Authority/via Daily Star

IAA mengatakan struktur benteng dibangun untuk mengatasi kerusuhan yang terjadi di Israel pada abad ke-12 SM.

Orang-orang Mesir Kuno menguasai daerah itu sebelum bangsa Israel dan Palestina tiba. Kemudian bangsa Israel dan Palestina datang yang menyebabkan kerusuhan. Sehingga orang Mesir Kuno terpaksa membangun struktur Benteng Galon sebagai alat pertahanan dari serangan.

Bangsa Israel Kuno tinggal di pemukiman di Kawasan Pegunungan Yudea. Sedangkan bangsa Palestina tinggal di pemukiman wilayah barat.

Ketika keduanya mencoba menaklukkan lebih banyak daerah di Levant, mereka berselisih dengan orang-orang Mesir Kuno.

3 dari 4 halaman

Dibangun di Lokasi Strategis

Ilustrasi© Daily Star

Arkeolog IAA Saar Ganor dan Itamar Weissbein mengatakan Benteng Galon itu dibangun untuk mengatasi persoalan geopolitik pada masa itu.

“ Tampaknya Benteng Galon dibangun sebagai upaya orang Mesir Kuno mengatasi situasi geopolitik pada saat itu,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Benteng Galon dibangun di lokasi yang sangat strategis karena bisa menyaksikan aktivitas lalu lalang di jalan utama yang melewati sungai Guvrin. Jalan utama itu adalah jalan yang menghubungkan dataran pantai ke dataran Yudea.

Pada pertengahan abad ke-12 SM, situasi geopolitik berubah secara dramatis karena kepergian orang-orang Mesir Kuno. Bahkan mereka tidak mempertahankan wilayah Kota Kanaan yang memungkinkan nantinya dikuasai oleh orang Palestina.

4 dari 4 halaman

Sejarah yang Tersembunyi

Ilustrasi© Israel Antiquities Authority/via Daily Star

Direktur Komunitas dan Departemen Hutan di wilayah selatan Dana Nasional Yahudi, Talila Lifshitz, mengatakan penemuan Benteng Galon memberikan gambaran sekilas yang menarik ke dalam cerita tentang periode yang relatif tidak diketahui dalam sejarah negara.

“ Benteng Galon menggambarkan sekilas tentang sejarah yang menarik dimana negara itu mungkin tidak mengetahuinya,” ucapnya.

Saat ini penemuan Benteng Galon yang berusia 3.200 tahun itu bisa disaksikan untuk umum. Orang bisa melihat benteng yang menjadi saksi situasi geopolitik pada masa lalu.

Namun mengapa Bangsa Mesir Kuno memilih meninggalkan wilayah yang sekarang dikuasai Bangsa Israel itu masih menjadi pertanyaan misterius untuk dipecahkan.

Beri Komentar