Dituding Terima Uang Rp5 M, Tim Anies-Sandi Polisikan Kamerad

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 1 Februari 2017 05:44
Dituding Terima Uang Rp5 M, Tim Anies-Sandi Polisikan Kamerad
Koordinator Presidium Kamerad dianggap telah menebarkan fitnah.

Dream - Tim kuasa hukum pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin mempolisikan seorang pendemo bernama Haris Permata. Haris dianggap membuat fitnah dengan menuduh Anies melakukan korupsi.

Salah satu tim kuasa hukum Anies-Sandi, Agus Surya Prayitno Otto mengatakan, dalam orasinya Haris menuding Anies Baswedan telah menerima uang Rp5 miliar pada tahun 2012. 

" Dia menuduh Anies menerima uang Rp5 miliar periode tidak jelas, dan menyatakan tahun 2012. Tahun 2012 Anies bukan pejabat publik, tapi rektor Universitas Paramadina," kata Agus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017.

Wakil Ketua Media Center Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, berujar pelaku merupakan Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad).

Firman menuturkan, tudingan yang dilayangkan pelaku merupakan upaya menjegal elektabilitas Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

" Ini sangat politis. Diakui apa tidak pertumbuhan elektabilitas Anies-Sandi adalah yang tertinggi. Elektabilitas keduanya tidak pernah turun dan selalu menanjak," ucap dia.

Tak hanya itu, Firman juga berencana melaporkan kejadian tersebut pada dewan pers. Alasannya, pelaku sempat membagikan keterangan tertulis kepada media.

" Kalau kalian lihat pers release, ini jelas gangguan proses pencalonan Pak Anies. Yang bersangkutan nulis jangan pilih Pak Anies," ungkap dia.

Laporan tersebut teregister dalam nomor 526/I/2017/PMJ/Ditreskrimum tanggal 31 Januari 2017. Dalam laporannya kuasa hukum Anies-Sandi membawa sejumlah barang bukti yakni, foto di lokasi, pers rilis dari pelaku, dan media online yang mengutip pernyataan pelaku.(Sah)

Beri Komentar