Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ibadah Wukuf Di Padang Arafah (Foto: Pixabay.com)
Dream – Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Salah satu rukun yang wajib dilaksanakan pada saat ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Wukuf yang dilakukan di padang Arafah ini terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah. Para jemaah haji akan bermalam di area wukuf (mauqif) dan dianjurkan untuk berdoa dan melakukan sejumlah ibadah lainnya. Hari Arafah adalah waktu utama dalam ibadah haji. Pahala yang ditebarkan untuk jemaah haji yang berzikir sangatlah besar.
Itulah mengapa wukuf di Arafah disebut sebagai inti dari ibadah haji. Dalam sebuah hadis, Rasulullah shollallohu ‘alaih wa salam bersabda: “ Haji adalah (wukuf) di Arafah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebelum melaksanakan wukuf di Arafah, jemaah haji perlu mengetahui bacaan doa wukuf dan artinya berikut ini lengkap dengan pengertian, waktu, dan amalan saat wukuf di padang Arafah.
Pengertian wukuf adalah berhenti, diam tanpa bergerak. Secara istilah wukuf adalah berkumpulnya semua jamaah haji di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari itu merupakan puncaknya ibadah haji dan wukuf adalah sebesar-besarnya rukun haji.
Pelaksanaan wukuf di padang Arafah menjadi sebuah miniatur Padang Mahsyar, di mana seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali dari kematian pada saat yaumil hisab nanti. Setelah dibangkitkan kembali manusia dikumpulkan di sebuah tempat bernama Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan selama hidupnya.
Wukuf adalah sebagai peringatan kepada manusia tentang kebenaran Ilahi. Umat muslim yang ibadah haji pasti akan melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah yang gersang dan panas, berkumpul bersama orang dari berbagai negara dan berdiam diri untuk bersama-sama larut dalam doa dan dzikir.
Waktu wukuf adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu ketika matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari (pukul 12 siang) hitungan wukuf sudah dimulai.
Urutan yang perlu dilakukan saat menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah adalah pertama shalat Dzuhur dan Asar dilakukan secara Jamak Taqdim. Jamak Taqdim ini adalah sholat Asar dilakukan bersama dengan sholat Dzuhur pada waktu Dzuhur.
Setelah sholat Zuhur dan Ashar, disunahkan seorang imam untuk memulai khutbah memberikan bimbingan wukuf, penerangan, seruan ibadah dan panjatan doa kepada Allah SWT. Saat menjalankan ibadah wukuf, disunahkan menghadap ke Kiblat dengan memperbanyak doa, dzikir, dan membaca al-Qur’an.
Hari Arafah ini merupakan salah satu hari yang sangat istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Seperti hadis Nabi Muhammad SAW bersabda:
“ Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman: ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?’” (HR Muslim nomor 1348, dari Aisyah).
Rasulullah Saw membaca doa wukuf dan artinya di bawah ini saat di Arafah. Jika Sahabat Dream hendak beribadah haji, sebaiknya baca doa wukuf dan artinya berikut ini:
Allahumma lakal hamdu kalladzi naqulu wa khairom mimma naqulu, allahumma sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati wa ilaika ma-abi wa laka rabbi turatsi, allahumma inni a’uzu bika min ‘azabil qobri wa waswasatis shodri wa syatatil amri, allahumma inni a’uzu bika min syarrima taji-u bihir rihu.
Artinya:
" Ya Allah, bagi-Mu pujian seperti yang kami ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah, untuk-Mu sholatku, ibadah hajiku, untuk-Mu kehidupanku dan kematianku dan kepada-Mu kami akan kembali, untuk-Mu kami tunjukkan ibadahku. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari hati yang ragu dan dari tercerai berainya urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari yang terburuk yang didatangkan oleh angin."
كَاَلَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ { اللَّهُمَّ لَك صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَك تُرَاثِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ
Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma’abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a‘udzu bika min ‘adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a‘udzu bika min syarri ma taji’u bihir rihu.
Artinya: “ Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya konsentrasi (persoalan). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin.”
اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allāhummanqulnī min dzullil ma‘shiyati ilā ‘izzit thā‘ah, wakfinī bi halālika ‘an harāmik, wa aghninī bi fadhlika ‘an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a‘idznī minas syarri kullih. Wajma‘ liyal khayr. Innī as’alukal hudā wat tuqā, wal ‘afāfa, wal ghinā.
Artinya: “ Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan.”
Terdapat beberapa amalan dan tata cara dalam pelaksanaan ibadah wukuf. Sebab wukuf adalah ibadah yang memiliki pantangan yang harus dihindari. Kalau tidak dihindari bisa menyebabkan ibadah wukuf tidak sah. Jika wukuf tidak sah, maka ibadah haji pun juga tidak sah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya