Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dokter Minta Gugurkan Kandungan, Ibu Berkeras Pertahankan, Setelah Anak Lahir Banyak Keajaiban
Dream - Tidak ada satupun orangtua yang tega menggugurkan kandunganya. Apalagi jika usia kehamilan sudah mendekati persalinan. Selama 9 bulan dalam kandungan, tentulah sebagai seorang ibu sangat ingin melihat buah hatinya lahir ke dunia.
Seperti kisah ibu satu ini yang bersikeras mempertahankan sang buah hati meski dokter telah menyarankannya untuk mengugurkan kandungan.
Dikutip dari mStar, saat itu janinya yang baru berusia 5 bulan diagnosa mengidap penyakit Hydrocephalus, kondisi di mana terdapat cairan lebih di dalam rongga otak.

Namun, wanita bernama Nur Amylia Adam itu bersikeras tetap mempertahankan kandunganya.
Keputusan itu tak lepas dari pengalaman pahit Nur yang harus kehilangan anak kembarnya yang meninggal usai dilahirkan.
“ Ketika itu saya tegaskan untuk meneruskan kandungan karena sebelum ini pernah ada pengalaman anak meninggal. Anak kembar saya meninggal dunia selepas enam jam dilahirkan karena prematur,” katanya.
Meskipun yakin dengan kata hatinya, wanita berusia 27 tahun itu tetap berusaha melakukan berbagai pengobatan. Ia bahkan mengunjungi rumah sakit lain demi memastikan pilihannya benar.
Beruntungnya dokter yang ditemuinya kala itu sangat mendukung untuk mempertahankan bayinya, sehingga ia tidak ragu lagi dengan keputusannya.

Tidak hanya itu pihak keluarga juga banyak memberi support saat dirinya mengalami masa-masa sulit.
“ Saya bersyukur karena dokter turut memberi semangat dan menyarankan agar saya tidak menggugurkan kandungan. Lebih lagi mama saya, dialah yang banyak memberi semangat masa itu,” katanya.
Namun tiba-tiba ia harus melahirkan sebelum waktu yang diperkirakan. Kendati demikian putranya yang diberi nama, Muhammad Qasyaf Arfan Muhammad Qadri Hafiz lahir dalam kondisi sehat.
Ia bahkan tidak mengidap penyakit Hydrocephalus seperti yang dokter katakan. Sejak bayi tersebut lahir ke dunia, seolah membawa keberuntungan baginya.
Ia mengaku rezeki keluarganya mengalir tanpa henti, bisnis kecil-kecilnya juga perlahan berkembang.
Pengajuan pinjaman yang dulunya tidak pernah disetujui, sekarang lulus seleksi administrasi.
“ Sejak dia hadir di dalam hidup kami, rezeki datang tanpa henti, barulah dapat beri mobil, dulu ajukan pinjaman tidak pernah lolos, sekarang dapat,” ujarnya.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam