Dosen UGM Meninggal Tak Wajar di Rumahnya

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 16 Agustus 2019 07:01
Dosen UGM Meninggal Tak Wajar di Rumahnya
Polisi belum menemukan alasan pria itu mengakhiri hidupnya.

Dream - Dosen Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisial BS, ditemukan meninggal secara tak wajar di kediamannya, Mergangsan, Yogyakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, menyebut, BS ditemukan Yuli pada pukul 11.00 WIB. Yuli sebelumnya berbelanja sayur di warung dekat rumah BS sekitar pukul 09.00 WIB.

Tri menerima informasi, bahwa saat Yuli kembali, dia menemukan BS sudah tak bernyawa.

Dugaan sementara, aksi bunuh diri itu dilakukan karena BS frustasi dengan penyakit yang diidapnya. Belum dipastikan motif korban mengakhiri hidupnya sendiri.

" Kalau penyakitnya apa belum tahu karena keluarga masih tertutup. Yang jelas bulan Maret sampai April kemarin korban sudah observasi di Puri Nirmala dan sampai saat ini masih kontrol rutin," ujar Tri.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Switzy Sabandar)

1 dari 6 halaman

Teman Curhat Ingin Bunuh Diri? Segera Lakukan Ini

Dream - Kasus bunuh diri tentu jadi tragedi yang sangat memilukan. Terutama bagi keluarga terdekat dan para kerabat.

Banyak faktor yang membuat seseorang memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Kondisi kejiwaan yang tidak sehat, masalah yang begitu besar hingga tak ada pertolongan dari orang di sekitarnya.

Pemikiran untuk bunuh diri tidak muncul begitu saja. Sebelumnya melalui proses panjang dan kompleks.

" Secara umum, proses seseorang melakukan bunuh diri cukup panjang. Mulai dari pemikirannya, perencanaannya, detail-detailnya hingga percobaannya," kata Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 11 Juli 2019 lalu.

2 dari 6 halaman

Segera Ajak ke Psikiater

Lalu bagaimana jika kerabat atau saudara ada yang kita ketahui memiliki kecenderungan atau keinginan untuk bunuh diri? Jangan hanya diam dan meminta banyak berdoa. Segera bawa ia ke psikiater untuk berkonsultasi.

 Stress Mempengaruhi Kualitas Tidur?

" Jadi kalau misalnya ada yang datang ke kita untuk curhat masalah, dan mengatakan dia mau melakukan bunuh diri, jangan takut untuk membawanya ke psikiater atau psikolog," ujarnya. 

Diakui Nova, persepsi masyarakat saat melihat pasien psikiater memang masih mengkhawatirkan. Sepanjang pengalamannya, dia melihat masih banyak orang yang nyinyir saat melihat orang di ruangan kejiwaan. 

Namun Nova mengingatkan agar masyarakat tak takur dengan persepsi tersebut.

" Jadi gak usah takut," lanjut nova.

Empati adalah kunci untuk mencegah seseorang melakukan bunuh diri. Penanganan profesional dari psikolog atau psikiater sangat penting. Dengan konseling, terapi dan pengobatan yang tepat, keinginan untuk bunuh diri tersebut bisa ditekan bahkan dihilangkan.

(Sah, Laporan Vika Novianti Umar)

3 dari 6 halaman

Benarkah Wanita Lebih Stres dari Pria?

Dream - Pria, waspada dan berpikir dahulu sebelum menyampaikan komentar pada wanita. Apalagi jika kalian mengomentari dengan kata-kata nyinyir.

Menurut sebuah studi Physiological Society di Inggris, sulit menjadi seorang wanita di dunia saat ini.

 Stres

Sederhananya, wanita begitu sibuk berganti peran antara pekerjaan dan keluarga, hingga mereka sering merasa sulit untuk menemukan waktu bagi diri mereka sendiri.

Temuan dari laporan ini menunjukkan fakta wanita cenderung memiliki tingkat stres 13 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pria.

4 dari 6 halaman

Mengurus Banyak Keperluan

Diketahui, beban mengurus keperluan rumah sampai mengasuh anak jadi dua faktor dari banyaknya faktor timbulnya stres pada wanita.

 shutterstock

Ditambah dengan adanya sistem limbik di otak yang mampu mengendalikan emosi dan memori sangat aktif membuat mereka sulit melupakan kejadian buruk atau melepaskan emosi negatif.

Berbeda dengan wanita, kaum pria justru lebih cepat melupakan kejadian-kejadian buruk yang terjadi padanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal ini, Sahabat Dream perlu lakukan hal-hal berikut seperti dilansir Times of India:

1. Jangan pendam rasa itu sendiri saja, mulai meminta bantuan sebagai sandaran berkeluh kesah atau sekadar cerita baik orang rumah maupun tempat kerja

2. Ingatlah untuk menjaga diri kamu terlebih dahulu. Nggak ada salahnya untuk cuti kerja sehari untuk pijat dan santai.

3. Jangan ragu infokan ke keluarga inti seperti orang tua, suami, kakak, adik, atau anak agar 'me time' kamu tidak terganggu.

4. Luangkan waktu untuk lebih mencintai diri sendiri.

(ism, Laporan: Alfi Salima Puteri)

5 dari 6 halaman

3 Cara Menghilangkan Stres yang Gampang Dilakukan

Dream - Stres menjadi salah satu acaman kesehatan mental bagi sebagian orang yang tinggal di kota besar. Tekanan dari berbagai aspek kehidupan menuntut manusia harus mampu mengontrol emosi dan tingkat stres mereka.

Di zaman yang serba cepat dengan rundungan informasi di berbagai platform media, dapat meningkatkan tingkat stres seseorang.

Ditambah lagi dengan beban pekerjaan, kemacetan dan berbagai urusan lain yang dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh secara pesat.

 Stress Mempengaruhi Kualitas Tidur?


Ada dua hormon yang dapat memicu terjadinya stres, yaitu Korsitol dan Adrenalin. Apabila kedua hormon ini mengalami peningkatan, tubuh akan memberi respons stres dengan gejala seperti, frustasi, badan mudah lemas, mudah merasa pusing, bingung, dan berbagai gejala kegelisahan lainnya.

Sebenarnya, untuk menurunkan hormon Korsitol dan Adrenaline dalam tubuh, tidak perlu sampai mengonsumsi obat penenang atau semacamnya, karena lebih berisiko.

Beda individu, berbeda pula caranya dalam mengatasi stres. Namun, ada cara mudah dan efektif dalam mengurangi stres yang bisa dilakukan oleh siapa saja, seperti:

6 dari 6 halaman

Menghilangkan Stres dengan Permen Karet

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andrew Scholey, dari Swinburne University Melbourne, mengunyah permen karet dapat mengurangi tingkat korsitol di saliva, sehingga dapat mengurangi tingkat stres.

 Sering Kunyah Permen Karet, Bentuk Wajah Gadis Ini Berubah



Namun, ada hal yang perlu diingat, bahwa mengunyah permen karet terlalu sering dapat berdampak buruh bagi rahang dan kelelahan otot. Kunyahlah permen karet ketika merasa gelisah atau stres, ya.

Beri Komentar
Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker