Dua Bodyguard Dipukuli Majikan karena Puasa: Yang Gaji Kamu, Saya atau Tuhanmu?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 19 April 2021 12:00
Dua Bodyguard Dipukuli Majikan karena Puasa: Yang Gaji Kamu, Saya atau Tuhanmu?
Si majikan sampai menodongkan pistol ke arah dua bodyguard tersebut.

Dream - Bulan Ramadan membawa keberkahan bagi seluruh alam. Sayangnya, kesucian bulan ini ternodai oleh praktik intoleran.

Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemukulan dua pengawal keamanan (bodyguard) di Klang, Malaysia. Pemicunya, dua bodyguard tersebut menjalankan ibadah puasa.

Kepala Kepolisian Distrik Klang Selatan, ACP Shamsul Amar Ramli, mengatakan, pihaknya menerima laporan pengaduan dari korban. Kepada polisi, dua korban mengaku dipukul majikannya dengan rotan di punggung.

" Penyidikan awal polisi mendapat temuan insiden itu terjadi ketika dua bodyguard berada di rumah majikannya di Bukit Tinggi, Klang, diduga berawal dari majikan memarahi korban karena berpuasa," ujar Shamsul.

Menurut Shamsu, si majikan sempat mengambil pistol di pinggang salah satu bodyguard. Majikan tersebut sempat menodongkan pistol itu ke arah dua korban dan mengeluarkan ucapan yang menghina agama.

 

1 dari 2 halaman

Pelaku dibantu tiga pegawai

Pelaku memaksa keduanya untuk tidak berpuasa. Majikan tersebut juga mengungkit soal gaji keduanya.

" Jangan puasa. Siapa yang memberimu bayaran? Saya atau Tuhanmu? Kamu mau mengikuti Tuhanmu atau saya?" demikian ucapan majikan, ditirukan korban saat menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Dari hasil penyidikan pula diketahui majikan memukuli dua bodyguard tersebut dengan sebatang rotan dibantu dengan tiga orang pekerja lain. Akibatnya, korban mengalami luka memar di punggung.

 

2 dari 2 halaman

Sedang Disidangkan

Korban diketahui sudah bekerja sebagai bodyguard pelaku masing-masing tiga dan tujuh tahun. Insiden ini diinvestigasi dengan dakwaan Pasal 324, 506, dan 298 Undang-undang Pidana Malaysia.

Shamsul mengatakan kasus ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Klang dan proses persidangan masih berjalan. Dia juga mengatakan kasus ini tidak ada kaitannya dengan isu rasial apapun.

Lebih lanjut, Shamsul meminta masyarakat untuk tidak menyalahgunakan media sosial dengan menyebarkan provokasi atas kasus ini agar tidak merusak harmoni yang sudah terbangun. Dia pun mengancam akan menindak tegas individu yang bertindak melawan hukum.

Sumber: Astro Awani.

Beri Komentar