Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Jalan Menuju TVRI Jatim (Liputan6)
Dream - Kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jawa Timur, Surabaya menerapkan kebijakan lockdown setelah dua karyawannya dinyatakan meninggal akibat Covid-19.
Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno membenarkan kabar meninggalnya dua pegawai tersebut. Penutupan sementara kantor TVRI Jawa Timur akan diberlakukan selama 15 hari.
" Iya betul, 15 hari. Saat ini TVRI Jatim hanya me-relay siaran dari Jakarta saja, " ujar Iman saat dihubungi Liputan6.com, lewat pesan singkat.
Iman mengatakan, pada Sabtu dini hari 11 Juli 2020, salah seorang karyawan tutup usia dan telah dimakamkan dengan protokol Covid-19. Di hari berikutnya, (Minggu, 12 Juli 2020) seorang pegawai dari bagian teknik juga meninggal dunia.
" Sehingga Kepala Stasiun Jatim meminta ke dirut untuk menutup (sementara) TVRI Jatim. Saya menyetujui dengan pengecualiaan kontributor dan petugas transmisi tetap bekerja," kata dia.
Selain itu, pada 9 Juli 2020, karyawan TVRI sudah menjalani rapid tes atau tes cepat. " Sejak Kamis, 9 Juli sudah tes rapid yang mana ada beberapa terpapar reaktif. Namun, hasil swab belum keluar," kata dia.
Sementara itu, Kepala TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi mengatakan, dua karyawan TVRI yang meninggal tersebut masing-masing diketahui sakit demam berdarah dan tipus. Namun, pihaknya belum dapat mengunjungi lantaran proses pemakaman dua karyawan tersebut dengan protokol COVID-19.
“ Karyawan perempuan ada sakit DBD, dan karyawan laki-laki sakit tipus. Tapi belakangan ketika pemakaman memakai protokol COVID-19. Jadi pihak keluarga dan rumah sakit yang tahu,” ujar dia.
Akbar menuturkan, pihaknya pun sudah menggelar rapid test atau tes cepat pada 9 Juli 2020 yang diikuti sekitar 180 karyawan. Selain itu, kantor TVRI juga dilakukan penyemprotan disinfektan.
" Enam dinyatakan reaktif kemudian ikuti tes swab yang dilakukan gugus tugas di BPSDM Diklat Balongsari. Hasilnya belum keluar dan enam orang tersebut sudah jalani isolasi mandiri," kata Akbar saat dihubungi Liputan6.com.
Akbar mengatakan, pihaknya sudah meminta izin ke pusat untuk memberlakukan penutupan sementara selama 15 hari yang dimulai sejak 13 Juli 2020.
" Kami disarankan relay siaran nasional. Tidak ada operasional, bagian administrasi kantor juga off. Kami akan bekerja sama, koordinasi dengan gugus tugas untuk tingkatkan tes swab,” kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya