Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan hubungan pernikahan yang renggang bisa diselamatkan hanya dengan mengucapkan dan menunjukkan rasa terima kasih kepada pasangan.
Penelitian di University of Georgia (UGA), Amerika Serikat menemukan bahwa rasa terima kasih dan menghargai pasangan secara langsung dapat memengaruhi sikap dan komitmen seseorang dalam pernikahan.
Hasil tersebut diperoleh UGA setelah melakukan penelitian terhadap 468 responden yang sudah menikah. Peneliti di UGA mengajukan pertanyaan tentang keuangan, gaya berkomunikasi dan bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih kepada pasangan.
Mereka menemukan bahwa pengungkapan rasa terima kasih secara konsisten membuat seseorang selalu merasa bahagia dengan pernikahannya.
" Hal ini menunjukkan kekuatan dari terima kasih," kata penulis utama penelitian, Allen Barton, dari Pusat Riset Keluarga milik UGA.
" Bahkan jika pasangan mengalami kesusahan dan kesulitan di bagian lain, pengungkapan rasa terima kasih dan penghargaan dalam sebuah hubungan bisa membantu menghasilkan perkawinan yang positif."
Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak dan sering pasangan mengucapkan 'terima kasih', semakin pasangan tersebut terhindar dari perpecahan saat mereka berdebat atau bertengkar.
" Ini juga penting bahwa kami menemukan jika pasangan sedang terlibat dalam pola konflik negatif, ungkapan terima kasih dan penghargaan dapat menangkal atau menjadi buffer efek negatif dari interaksi seperti itu dalam perkawinan," kata Ted Futris, profesor di UGA.
Barton menambahkan penelitian ini adalah yang pertama yang mendokumentasikan efek perlindungan yang ditimbulkan oleh perasaan terima kasih dan saling menghargai dalam pernikahan.
Hasil dari penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya tentang komunikasi dalam pernikahan yang dikenal sebagai komunikasi menuntut dan menarik diri, serta bagaimana masalah keuangan bisa merusak pernikahan.
" Komunikasi menuntut dan menarik diri terjadi ketika salah satu pasangan cenderung menuntut, cerewet atau mengkritik, sedangkan yang lainnya merespon dengan menarik diri atau menghindari konfrontasi," kata Barton.
Dia menjelaskan bahwa ketika pasangan sedang stres tentang memenuhi kebutuhan rumah tangga, salah satu lebih cenderung untuk bersikap kritis terhadap satu sama lain. Sementara yang lainnya cenderung bertahan dengan alasannya.
" Namun sikap saling berterima kasih dan menghargai dapat meredam siklus tersebut," ujar Barton.
(Sumber: Dailymail.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya