Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Kata-kata terakhir seseorang sebelum berpulang biasanya akan sangat berkesan, terutama bagi orang terdekat. Hal ini mungkin karena kata-kata itu diungkapkan dengan perasaan mereka sebelum meninggal dunia.
Menghadapi kematian mungkin dapat membangkitkan berbagai emosi. Seperti ketakutan, kesedihan, dan penerimaan yang dapat tercermin dari kata-kata terakhirnya.
Selain itu, biasanya seseorang akan memberikan rasa tenang kepada orang yang ia cintai dengan mengungkapkan rasa terima kasih atau penyesalannya.
Seperti dilakukan oleh seorang profesor yang menyampaikan kata-kata terakhirnya lewat email sebelum meninggal dunia.

Seorang pengguna Twitter membagikan email yang dikirim oleh profesor fisika mereka yang dikirim sebelas hari sebelum kematian sang guru. Pesan ini berisi motivasi yang diberikan kepada muridnya untuk percaya bahwa musim panas 2020 bisa menjadi indah.
" Saya hanya ingin mendoakan musim panas yang indah untuk Anda semua: dan bahkan dengan semua yang terjadi di dunia, percayalah ini bisa menjadi musim panas yang indah," tulisnya.
Meskipun musim panas 2020 sama sekali tidak indah, namun email dari sang profesor ini seperti harapan yang diungkapkan kepada murid-muridnya.
Pesan ini kemudian menjadi ramai diperbincangkan. Bagaikan orang mati dan pergi ke alam baka, namun cahaya yang mereka pancarkan saat masih tetap bersama dengan muridnya.
Selain itu, dalam emailnya ia juga menyisipkan tautan artikel tentang lubang hitam yang “ hampir di depan pintu kita,” seperti menggambarkan tentang kepergiannya dari alam semesta yang kita tinggali.
“ Saya juga ingin membagikan satu lagi item yang berhubungan dengan sains, yang menegaskan alam semesta menakjubkan yang kita huni,” tambahnya.
Pesan yang tersebar di media sosial itu mendapatkan banyak respons dari mahasiswa yang diajarnya.
“ Saya sering memikirkan tentang email yang dikirim profesor fisika saya pada akhir semester musim semi 2020 saya , baru 11 hari sebelum dia meninggal dunia," tulis Ira, mahasiswa yang membagikan email tersebut, dalam sebuah tweet.
" Ini ada di salah satu email semester akhir yang saya dapat dari salah satu profesor saya, dan saya terus memikirkannya," tulis mahasiswa lain.
“ Profesor fisika adalah jiwa yang paling mendalam dan menghargai kehidupan di planet ini atau goblin literal, tidak ada di antara keduanya,” tulis pengguna lainnya.
(Sumber: India Times)
i often think about the email my physics professor sent at the end of my spring 2020 semester, just 11 days before he passed pic.twitter.com/pHsylOBhqq
— irα!! (is in istanbul feb 27 - mar 16) (@solarsystern)February 25, 2023
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya