Geger Penemuan Arca dan Emas Kuno di Kebumen

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 10 Februari 2019 10:14
Geger Penemuan Arca dan Emas Kuno di Kebumen
Berasal dari Mataram Kuno?

Dream - Warga Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kebumen yang berlokasi di cagar alam geologi Karangsambung-Karangbolong digegerkan dengan temuan arca dan emas kuno.

Sekretaris Desa Pujotirto, Taufik mengatakan, temuan itu sejatinya telah berlangsung sejak 2010. Selain arca dan patahan emas kuno, warga yang mencari sumber air di sekitar lokasi menemukan batuan yang tertata rapi.

" Itu dulu waktu musim kemarau, ada penggalian mata air, ditemukan seperti ada tatanan batu," kata Taufik, kepada Liputan6.com, diakses Minggu, 10 Februari 2019.

Selama beberapa waktu, tempat ditemukannya situs Talangpati juga menjadi sasaran perburuan harta karun. Temuan emas yang menyebar dari mulut ke mulut membuat banyak orang penasaran.

" Dulu warga cari emas di situ," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Berasal dari Zaman Mataram Kuno?

Setelah kondisi itu, warga sepakat menutup area dan aktivitas penggalian di situs Talangpati. Taufik mengatakan, penutupan diharapkan dapat mendorong berbagai pihak untuk meneliti asal muasal dan riwayat situs Talangpati.

Taufik berasumsi, situs Talangpati itu dahulu berupa bekas pemandian. " Masih diteliti, kesimpulan awal, itu katanya dari zaman Mataram Kuno," ujar dia.

Dia berharap, kedepannya, situs itu tidak hanya memunculkan perburuan harta karun, melainkan juga dapat mendorong kunjungan wisata sehingga meningkatkan ekonomi desa.

 

2 dari 5 halaman

Inikah Harta Karun Sesungguhnya?

Taufik mengungkapkan, sebenarnya, jika dihubungkan dengan nama desa, situs Talangpati juga tak mengherankan. Pujotirto terdiri dari dua kata, pujo yang berarti memuja dan tirto yang bermakna air.

Bagi warga Pujotirto yang rata-rata tinggal di perbukitan, air adalah harta yang sangat berharga. Pada awalnya, warga hanya mengetahui bahwa sekitar lokasi ada sumber air melimpah. Tempat ini sempat menjadi sumber air andalan warga di masa lalu.

Seiring perkembangan zaman, di Desa Pujotirto ada program Pamsimas yang membuat sumber air di Talangpati perlahan ditinggalkan, meski masih banyak pula warga yang memanfaatkan air dari tempat itu untuk beragam alasan.

Ada dugaan, situs Talangpati adalah bekas pemandian. “ Masih diteliti, kesimpulan awal, itu katanya dari zaman Mataram Kuno," Taufik menambahkan.

Pemerintah desa pun berharap ada penelitian lanjutan untuk mengetahui muasal dan riwayat situs Talangpati. Harapannya, situs ini bisa melengkapi potensi wisata di Pujotirto dan bahkan bakal menjadi ikon yang membedakan Pujotirto dari desa wisata lainnya.

Muaranya, keberadaan situs kuno ini bermanfaat lebih luas bagi masyarakat. Tak sekadar sumber air, situs ini bisa memicu kunjungan wisatawan yang berimbas pada geliat ekonomi desa. (Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ridlo)

 

3 dari 5 halaman

Lokasi Jatuhnya Lion Air JT610 Ternyata 'Kuburan' Harta Karun

Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin pagi, 29 Oktober 2018, di perairan Karawang atau di Laut Jawa, ternyata menyisakan sebuah penemuan yang cukup mengejutkan.

Di perairan, di mana pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh, ternyata adalah kawasan kuburan kapal-kapal karam yang membawa muatan cagar budaya. Termasuk harta karun VOC.

Tidak hanya kapal-kapal berusia ratusan tahun yang karam di sekitar Tanjung Pakis. Kapal-kapal era modern pun banyak yang tenggelam di perairan tersebut.

Di beberapa area perairan Tanjung Pakis itu bahkan sempat ada penemuan benda-benda cagar budaya. Hal itu dibenarkan Sekretaris Dinas Perikanan, Sari Nurmiasih via ponselnya, Kamis (1/11).

" Salah satu yang sempat ada penemuan benda cagar budaya itu di perairan Cilamaya. Saat itu warga menemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan kongsi dagang pemerintah kolonial, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) guci-guci peninggalan Cina hingga jangkar berusia ratusan tahun," kata Sari, dilansir Planet Merdeka.com.

Sementara itu, menurut keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan‎ tahun lalu, benda-benda cagar budaya merupakan barang muatan kapal karam (BMKT).

BMKT itu tersebar di 463 titik di perairan Indonesia mulai dari Kepulauan Riau, Selat Karimata, Perairan Bangka Belitung hingga Laut Jawa.

Sebaran kapal tenggelam tersebut umumnya membawa komoditi dan barang dari Cina, ‎Asia Barat dan Eropa. Termasuk Belanda (VOC), Inggris hingga Spanyol.

 

 

4 dari 5 halaman

Harta Karun Itu Bernilai...

Dalam keterangan resminya itu, KKP menyebut setiap lokasi BMKT memiliki sisi ekonomi bernilai antara 80 Ribu - 18 juta dolar AS.

" Secara umum memang di Laut Jawa termasuk perairan Karawang merupakan satu kawasan BMKT. Termasuk di kawasan perairan Tanjung Pakis (lokasi jatuhnya pesawat Lion Air) juga wilayah BMKT. Cuma memang sejauh ini baru ditemukan di Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya," ujar Sari.

Kata Sari, jauh sebelum pemerintah membuat sistem BMKT, warga sekitar utara Karawang sering menemukan benda-benda cagar budaya yang bernilai tinggi.

" Sebelum ada aturan seperti ini, dulu warga di utara Karawang kerap menemukan koin-koin emas VOC hingga benda-benda antik seperti potongan guci hingga keramik, semuanya dijual per kilo. Padahal itu memiliki nilai tinggi," kata dia.

Okih Hermawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Karawang, menambahkan sejumlah barang temuan di perairan Karawang oleh warga saat ini sudah diserahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

" Untuk sementara di sana dulu karena di kami belum ada galeri untuk penyimpanan koleksi tersebut. Nah, sekarang dalam tahapan untuk membangun galeri tersebut yang dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Pemprov Jabar," ujar Okih.

 

 

5 dari 5 halaman

Tim SAR Memang Sempat Mendeteksi

Pernyataan para pejabat pemerintah Karawang itu memang beralasan. Pada pencarian hari ke-3, Tim SAR mendeteksi benda mirip badan pesawat Lion Air.

Namun, saat dilakukan penyelaman, yang ditemukan justru sebuah kapal kayu yang karam hingga rangka kapal yang sudah usang.

Pengangkatan BMKT di wilayah perairan Karawang sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya. Pengangkatan BMKT sempat dilakukan di perairan Karawang pada 2008 oleh PT Paradigma Sejahtera.

Sebelumnya pada tahun 2004, Paradigma juga pernah melakukan pengangkatan BMKT di perairan Cirebon hingga perairan Kabupaten Subang.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara