Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Fakta-Fakta Pembunuhan Satu Keluarga Di Magelang, Diduga Tewas Diracun Anak Kedua (shutterstock)
Dream - Tiga orang yang masih satu keluarga terdiri dari bapak 58 tahun, ibu 54 tahun, dan anak pertama wanita ditemukan tewas, Senin 28 November 2022 di Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Polrestas Magelang menduga, korban diduga dibunuh dengan cara diracun. Ketiganya ditemukan tewas di kamar mandi di dalam rumah sekitar pukul 07.30 WIB.
Jasad mereka kali pertama ditemukan anak kedua korban berinisial DD dan pembantu rumah tangga.
Berikut sejumlah fakta tentang kematian satu keluarga di Magelang:
Pihak kepolisian telah mengamankan anak kedua korban, yaitu remaja berinisial DD (22) diduga menjadi pelaku pembunuhan keluarganya.
Plt Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menuturkan, pelaku mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman dengan racun.
" Pelaku telah mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun," katanya.
Sajarod mengatakan, DD mencampurkan minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang sebelumnya dibeli via online.
Namun, pihak kepolisian belum mengungkapkan motif di balik pembunuhan itu. Sebelum meninggal, ketiga korban merasakan mual dan muntah, serta tergeletak di kamar mandi pada pukul 07.30 WIB.
" Pelaku mencampur gelas keluarganya dengan racun saat menyiapkan minuman air hangat seperti teh," kata Sajarod.
Aksi nekat DD menghabisi nyawa keluarganya itu karena sakit hati diberi beban menanggung kebutuhan keluarga. Pembunuhan tersebut sudah direncanakan dengan mencampuri zat racun arsenik.
" Sakit hati karena terduga pelaku diberi beban untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dan biaya obat orang tua sakit-sakitan," terangnya.
Alasan pelaku keberatan diberi beban untuk mencukupi kebutuhan lantaran karena tidak bekerja. Sedangkan kakak perempuan selama ini bekerja dengan status kontrak tidak mendapat beban yang sama.
" Kakaknya sempat kerja kontrak sekarang berhenti justru tidak mendapat beban yang sama," ungkapnya.
Akhirnya pelaku mempunyai niat membunuh orang tua dan kakak kandungnya dengan mencampur zat kimia yang tersedia di minuman gelas teh dan kopi.
Zakun mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan identifikasi bukti zat racun tersebut.
" Jadi untuk racunnya ada beberapa jenis. Yang berhasil kami identifikasi berdasarkan hasil autopsi dan sisa bukti yang ada di lokasi kejadian jenisnya semacam arsen," jelasnya.
Polda Jateng menggunakan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation dalam mengungkapkan kasus tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi pelaku mengelak dan mencabut pengakuannya.
" Jadi kita untuk penyidikan lebih scientific, kita nanti akan uji labfor. Dengan bukti labfor apakah ada hubungannya antara korban di lokasi kejadian, sehingga penyidikan secara scientific, tidak sekadar pengakuan tersangka," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro, Selasa 29 November 2022.
Pihaknya mengasistensi kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban guna menguatkan temuan Polresta Magelang.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam