Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fakta Menarik Antimateri, Hasilkan Ledakan Sebesar Bom Nuklir, Jadi Yang Termahal Di Bumi
Dream - Antimateri merupakan antipartikel atau kebalikan dari partikel yang menyusun materi biasa, salah satunya, positron yang merupakan antimateri dari elektron.
Tidak seperti elektron yang bermuatan negatif, positron memiliki muatan positif. Ketika materi dan antimateri bertemu, mereka akan musnah dan akan melepaskan energi yang besar.
Jawaban soal pertanyaan apakah antimateri bisa disentuh atau tidak, masih menjadi misteri. Meski teka-teki itu masih belum terpecahkan, para ahli menganggap zat itu sangat mahal.
Menurut Live Science, substansinya hanyalah materi biasa, namun memiliki muatan listrik yang berlawanan.
" Sebuah elektron, yang memiliki muatan negatif, memiliki pasangan antimateri yang dikenal sebagai positron. Sebuah positron adalah partikel dengan massa yang sama dengan elektron tetapi bermuatan positif," tulis laporan tersebut, dikutip dari India Times.
Laporan itu mengatakan bahwa partikel tanpa muatan listrik, seperti neutron, seringkali merupakan mitra antimateri mereka sendiri.
Tetapi para peneliti belum menentukan apakah partikel kecil misterius yang dikenal sebagai neutrino, yang juga netral, adalah antipartikel mereka sendiri.
Para peneliti bersikeras bahwa antimateri itu nyata. Mereka terus menggali mengenai zat tersebut namun tidak dapat memahami mengapa zat itu sangat jarang ditemukan.
Studi yang lebih ekstrim bahkan mengklaim bahwa antimateri berpotensi mengakhiri dunia.

Menurut studi seorangan fisikawan Paul Dirac pada 1928, satu gram antimateri berpotensi menghasilkan ledakan yang sama dengan bom nuklir, meskipun para ilmuwan hanya mampu menghasilkan zat dalam jumlah sangat kecil.
Beberapa peneliti utilitarian juga mengatakan bahwa zat antimateri dalam jumlah kecil dapat digunakan sebagai bahan bakar pesawat ruang angkasa.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya