Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Wikipedia)
Dream - Fakta unik tentang profesi perawat datang dari Arab Saudi. Di negeri Petro Dolar itu, para perawat perempuan mengeluhkan kurangnya dukungan di tempat kerja dan juga sejumlah kendala.
Sama dengan di negara-negara lain, misal Indonesia, perawat di Saudi juga termasuk profesi mulia. Mereka berjasa karena telah merawat orang-orang yang sakit.
Tapi, di balik semua itu, ada sejumlah fakta yang perlu diketahui. Ternyata para perawat perempuan yang masih single. Di Saudi mereka sulit mendapatkan jodoh. Mereka mengeluh tak kunjung mendapat lamaran dari pria.
" Sementara mereka [perawat perempuan] yang sudah menikah sering terancam oleh perceraian," demikian laporan Arab News, Kamis 19 Mei 2016.
Mengapa bisa demikian? Seperti di Indonesia juga, para perawat di Saudi juga ada piket malam. Sistem ini juga memberi andil pada keluhan perawat-perawat perempuan di Saudi itu.
" Mereka mengatakan jam kerja mereka panjang, sering di malam hari." Karena keluhan-keluhan itu, beberapa kalangan meminta pemerintah Kerajaan Saudi untuk mendatangkan perawat-perawat dari luar negeri.
Menurut data statistik saat ini, hanya 30 persen perawat yang berasal dari penduduk Saudi. Hanya 3 persen dari jumlah itu yang lulusan sarjana, dan 97 persen lainnya diploma. Sementara, para perawat asing di Saudi, yang porsinya 70 persen, semua berijazah diploma.
Sehingga tak aneh, berdasarkan laporan itu, apabila perawat-perawat Saudi sekarang lebih sering asik bermain ponsel daripada merawat pasien. " Mereka tak secakap perawat asing."
Meski demikian, beberapa perawat Saudi mengatakan, mereka sering mengambil pelajaran dari perawat asing karena takut dipecat. Mereka sering ditugaskan hanya untuk melakukan pekerjaan yang mudah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya